SELAMAT DATANG DI BLOG RADIO TENGKORAK DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA DAN MOHON MAAF APABILA KOMENTAR2 ANDA PADA BLOG INI BELUM DIBALAS KARENA KESIBUKAN RUTINITAS, TAPI AKAN SAYA BALAS SATU PERSATU, MOHON SABAR YA...SALAM TERBAIK

Silahkan kunjungi juga blog kami yang lainnya, klik pada banner

Silahkan kunjungi juga blog kami yang lainnya, klik pada banner
RT-STORE Menjual Perlengkapan Radio Amatir Baru/Bekas - HF Allband Transceiver - CB Radio - Hombrew etc. Silahkan kunjungi blognya di http://rt-store.blogspot.com atau klik saja pada banner diatas

Rabu, 23 Mei 2012

FLY BY WIRE , KECELAKAAN PESAWAT SUKHOI SSJ-100 + TEKNOLOGI POWER BY WIRE PESAWAT F-35




Sumber artikel ini saya ambil dari postingannya Om Djoko Haryono di Facebook Group HOME BREW PROJECT ( CB RADIO, ANTENNA, SWR, AUDIO, MICROPHONE, BOOSTER, etc )



Pesawat N-250 buatan IPTN ( PT. Dirgantara Indonesia ) pernah diperkenalkan sebagai pesawat commuter canggih pertama didunia yang sudah menerapkan teknologi Fly By Wire ( FBW ). Saya sendiri sebetulnya belum paham benar apa definisi “pertama didunia” itu. Apakah teknologi FBW nya N-250 itu adalah betul2 yang pertama kali diterapkan pada pesawat commercial yang ada didunia ? ataukah maksudnya pertama kali diterapkan pada pesawat penumpang/commercial kelas commuter dengan jumlah penumpang “hanya” 50 orang ( pesawat yang cocok untuk penerbangan antar pulau di Indonesia yg negara kepulauan ini ? ). Tetapi rasanya pesawat jenis lain ( pesawat tempur ) tidak termasuk kedalam daftar yang dimaksud sebab kalau pesawat tempur ( yang selalu harus sangat canggih karena manuver2 dan tugasnya yang berat ) mestinya sudah lebih dulu menggunakan teknologi tersebut.

Apapun definisi dan batasan dari yang dimaksud dengan “penerapan FBW pertama didunia” yang diumumkan dulu , pesawat IPTN produksi Indonesa sudah “didaftar” / di claim sebagai pesawat penumpang/sipil pertama yang berteknologi FBW.

Belum sebulan yang lalu pesawat Sukhoi SSJ-100 ( yang di-sebut2 berteknologi canggih paling advance –namun dengan catatan “diantara berbagai instrument dan sistem canggihnya , belum terbukti atau ditemukan bukti bahwa SSJ-100 juga sudah dilengkapi dengan ELT 406 MHz sebagai salah satu syarat dari pesawat yang “sudah tidak jadoel”- ) mengalami kecelakaan menabrak tebing gunung Salak.

Jadi Indonesia sudah mencetak 2 jenis prestasi dibidang teknologi advance Fly By Wire yaitu : Merancang , Menguji & Menerapkan pesawat commuter 50 seat yang pertama didunia yang berteknologi Fly By Wire. “Prestasi ke 2” dari urusan FBW ini adalah “Pesawat commercial berteknologi FBW yang pertama kali jatuh didunia” , jatuhnya juga di Indonesia. Prestasi FBW kita sudah bervariasi. Sudah 2 jenis prestasi FBW yang kita miliki meski keduanya berbeda. Yang 1 prestasi membanggakan , yang lain prestasi memprihatinkan.

SEMOGA TIDAK TERULANG LAGI , APALAGI KEDEPAN NANTI ( KARENA TEKNOLOGI PENERBANGAN AKAN BERKEMBANG SEMAKIN CANGGIH ) PROFESIONALISME PARA PENERBANG , TEKNISI & SEMUA PIHAK YANG TERKAIT DENGAN DUNIA PENERBANGAN DITUNTUT UNTUK MAMPU “MENGIKUTI” PERKEMBANGAN TEKNOLOGI ITU.

Dibelakang / setelah teknologi FLY BY WIRE , dunia penerbangan –mau tidak mau- akan memasuki era teknologi POWER BY WIRE , lalu era FLY BY OPTICS , lalu FLY BY WIRELESS , dan juga masih akan semakin canggih dengan memasuki teknologi INTELLIGENT FLIGHT CONTROL SYSTEM /IFCS.

Mau tidak mau , suka atau tidak suka , teknologi yg semakin tinggi dan “rumit” itu akan bertahap diterapkan , karena memang kurang lebih begitulah tahapan perkembangan didunia sistem kontrol maupun ( juga ) komunikasi. Sebelum dunia penerbangan sampai ketahap menerapkannya ( didunia penerbangan membutuhkan waktu penelitian & pengembangan lebih panjang karena dunia penerbangan memiliki tingkat resiko dan tuntutan safety paling tinggi, selain juga sangat mahal ) semua tahapan itu sudah “terbaca” urutan perkembangannya sistem kontrol & otomasinya pabrik2 dan dunia industri. Demikian juga didunia komunikasi , tahapannya sama ( analog dulu, baru digital. Wire dulu , baru wireless /infra red , optic , blue tooth dst ).

Di industri step nya juga begitu. Sistem kontrol listrik dulu , by wire dulu ( disebut sistem relay ) , baru masuk ke hydraulic/pneumatic ( mekatronika ) , PLC , DCS , QCS. Mulai dari analog dulu baru digital.

Jadi suka atau tidak suka , para teknisi penerbangan kita , para pilot kita , ATC kita , anggota KNKT kita , orang Perhubungan kita harus makin “men-canggih-kan diri” , belajar lebih berat , bekerja makin professional agar mampu mengikuti perkembangan teknologi kedepan.

Siapa tahu kedepan nanti Indonesia juga akan punya sendiri pesawat tempur F-35 ( gambar diatas ) yang sudah berteknologi POWER BY WIRE , dimana semakin banyak peralatan actuator jenis hidrolik yang dihilangkan dan diganti dengan servo dan penggerak listrik. Suka tidak suka , kedepan nanti dunia penerbangan sipil kita ( entah kapan. Bisa saja datang lebih cepat dari yang kita duga ) juga akan “direpotkan” dengan teknologi tinggi PBW.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

91DA002 Andi Web Blog

Propagasi hari ini