SELAMAT DATANG DI BLOG RADIO TENGKORAK DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA DAN MOHON MAAF APABILA KOMENTAR2 ANDA PADA BLOG INI BELUM DIBALAS KARENA KESIBUKAN RUTINITAS, TAPI AKAN SAYA BALAS SATU PERSATU, MOHON SABAR YA...SALAM TERBAIK

Silahkan kunjungi juga blog kami yang lainnya, klik pada banner

Silahkan kunjungi juga blog kami yang lainnya, klik pada banner
RT-STORE Menjual Perlengkapan Radio Amatir Baru/Bekas - HF Allband Transceiver - CB Radio - Hombrew etc. Silahkan kunjungi blognya di http://rt-store.blogspot.com atau klik saja pada banner diatas

Senin, 08 April 2013

LOG-PERIODIC DENGAN PHASING “SALING SILANG”. ( SERIAL 1 )




Sumber artikel ini saya ambil dari postingannya Om Djoko Haryono di Facebook Group HOME BREW PROJECT ( CB RADIO, ANTENNA, SWR, AUDIO, MICROPHONE, BOOSTER, etc )


Log periodic pada awalnya adalah deretan half wave dipole yang terminasinya saling di “criss-cross” ( saling silang bertukar phase ).

  Selain bisa didesign menggunakan matematika , kita juga bisa merancang LPDA ini dengan menggunakan gambar ( membuat skala di lembaran kertas. Basicnya :

1. Tentuan dulu batas frekuensi terendah yg kita inginkan ( kalau saya suka menarah "batas bawah"
itu sedikit dibawahnya frek. terendah yg kita inginkan ).

2. Lalu tentukan batas frek. tertingginya ( saya cenderung merancang sedikit lebih tinggi diatas rancangan frek kerja tertinggi saya ).

3. Factor terpenting ketiga : Setelah tahu seberapa "lebar" bandwidth yg kita inginkan , tentukan jumlah element antenna ( boleh menggunakan dasar spasi atau "step" antar masing2 resonance freq. yang sama/teratur , maka nanti jarak antar element akan otomatis menjadi logaritmis dengan sendirinya alias ketemu sendiri kemudian / belakangan ).

4. Setelah itu tentukan berapa bessar SUDUT APEX ( sudut lancip didepan antenna ). Makin kecil Apex , akan makin panjang boom / gain cenderung relatif makin tinggi.

5. Setelah antenna jadi dan semua phasing saling silangnya benar , barulah impedansi terminal antennanya ( feed point ADA DIBAGIAN DEPAN ANTENNA ? ) diukur.

Biasanya impedansinya tinggi. Setelah tahu impedansinya , barulah kita rancang balunnya & beres , selesailah semuanya ( tinggal "ngebalance" saja pakai tangan untuk menentukan dimana letak clamp tiangnya harus kita tempatkan agar antenna seimbang ).



PERINGATAN : SILAHKAN MEMBUAT ANTENNA JENIS LPDA SEMACAM INI , TETAPI HANYA UNTUK FREKUENSI TRANSMITTER – RECEIVER NON TV SAJA !!

Bagi mereka yg ingin mencoba membuat antenna ini, silahkan saja , asal tahu beberapa sayarat2 utamany
a. Berikut ini beberapa rekomendasi dari saya :

1. Silahkan kalau ingin membuat antenna sejenis ini untuk band VHF atau UHF tapi yang “non ( utuk ) TV Receiver”. Jadi kalau untuk komunikasi 2 arah di VHF / UHF silahkan saja.

2. Fokus target utama ( advantage ) dari antenna ini adalah bagi mereka yg. berorientasi pada coverage band lebar. Bukan pada Gain. Kalau tujuan utamanya gain tinggi ( sedang bandwidth dinomor duakan ) saya lebih menyarankan membuat Long Yagi. Membuat antenna Multibeam memang gainnya lebih tinggi dari Long Yagi tetapi tidak saya masukkan hitungan karena antenna Multibeam saya masukkan ke kelompok lain yg berbeda yaitu kelompok antenna2 beam / directional dari jenis2 yang ( lebih ) rumit konstruksi dan pembuatannya.

3. Antenna ini juga bisa untuk dibuat bagi band HF , namun tentu saja konstruksi boom , bracket , support , koneksi phasing line dsb. membutuhkan pembuatan yang lebih cermat memperhatikan masalah konstruksi / kekuatan dsb. agar antennanya ( kestabilan element2nya dsb ) lebih kokoh.

4. Tetapi kalau untuk keperluan membuat antenna ( VHF-UHF ) penerima TV, saya sangat tidak menyarankan pembuatan antenna LPDA ( TIDAK merekomendasikan ) karena sifat2 ttransmisi televisi yang berbeda dengan transmisi QSO. Untuk komunikasi radio 2 arah , diterimanya signal2 pantulan ( jika ada pantulan ) disamping signal utama yg masuk kepesawat kita tidak akan menimbulkan dampak negatip apapun , tetapi pada penerima TV , signal pantulan akan mudah sekali menimbulkan gambar dobel atau bahkan banyak/multi , yang sangat mengganggu.

5. Jika anda ingin membuat antenna LPDA untuk TV Receiver ( karena kualitas gambar TV jika kita menggunakan LPDA umumnya gambar akan cukup tajam dan jernih ) maka jangan membuat antenna LPDA yang element2 nya lurus kesamping seperti ini karena mudah memunculkan ghost. Agar gambar tidak dobel atau banyak , buatlah LPDA yg. element2nya ditekuk kedepan membentuk huruf “V yg terguling”.
Sudut diantara tekukan ( antara element kiri dan element kanan ) itu sekitar 114 derajat ( atau antara 100 s/d 128 derajat ) untuk bisa menghilangkan efek ghost.

Ingat , polarisasi antenna TV adalah horizontal. Terbaik adalah jika dipakai untuk penerima TV yang lokasinya dipinggiran kota atau diluar kota , asal antenna cukup tinggi. Jika kita berada dipinggiran atau diluar kota besar yg. memiliki banyak station pemancar TV , maka seluruh channel akan bisa ditangkap cukup dengan 1 antenna saja yg memiliki arah penerimaan yg sama.


 Tadi saya tulis bahwa impedansi antenna Log Periodic ( jenis LPDA ) umumnya tinggi.

Setelah saya ingat2 kembali experiment2 LPDA saya yang dulu2 ( sudah puluhan tahun yang lalu ) saya ingat kembali dan yakin bahwa yang lebih betul adalah imp
edansi pada feed point antenna LPDA juga bisa sangat rendah ( sampai hanya BEBERAPA BELAS OHM saja ).

Contoh : Kalau impedance ( misalnya ) disekitar 12,5 – 15 ohm maka kita membutuhkan balun 1 : 4 agar antenna layak utuk dihubungkan ke coax 50 ohm.

Bersama ini kekurang telitian ( kesalahan ) tadi saya perbaiki.


DH.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

91DA002 Andi Web Blog

Propagasi hari ini