DDS VFO MULTIBAND, MODULE AD9850 : 0 - 40 MHz

DDS VFO MULTIBAND, MODULE AD9850 : 0 - 40 MHz

Kamis, 25 Oktober 2012

MEMBUAT ANTENNA DIPOLE ½ LAMBDA




MEMBUAT ANTENNA DIPOLE ½ LAMBDA
By Djoko Haryono

Patokan2 yang biasa saya pakai untuk membuat antenna Dipole ½ panjang gelombang untuk HF adalah sbb. :

1.Antenna dipole memiliki impedansi spesifik ( radiation resistance ) pada terminalnya sebesar ( sekitar ) 72 ohm.

2.Yang disebut impedansi spesifik pada feed point suatu antenna bukanlah nilai impedansi yang terukur pada saat “asal dirikan antenna dan asal ukur” , melainkan nilai khas itu umumnya merupakan hasil pengukuran jika antenna sudah berada / dipasang pada kondisi idealnya , yaitu pada lokasi yang dianggap sebagai FREE SPACE.

Free space adalah suatu lokasi ( umumnya suatu ketinggian dari permukaan tanah ) dimana antenna TIDAK TERLALU DEKAT DENGAN TANAH ATAU BENDA2 DISEKITARNYA.

Free space bagi suatu antenna biasanya berjarak “BEBERAPA LAMBDA”. Artinya antenna harus diposisikan beberapa lambda ( panjang gelombang , sesuai frek. operasinya ) baik dari tanah maupun benda2 asing ataupun bangunan / struktur lain yang bisa mempengaruhi kinerja antenna. Posisi sebuah antenna bisa kita anggap sudah berada pada “free space” nya , jika ketika kemudian antenna tsb. kita tinggikan / naikkan lagi , impedansi terminalnya sudah terukur constant pada frekuensi tersebut ( tidak naik lagi ).

3.Tentu saja dalam praktek kita mungkin kesulitan sehingga tidak ada kewajiban menempatkan antenna kita ( harus ) pada ketinggian free space , namun pengertian ini perlu agar kita memahami apa arti sebenarnya dari “nilai impedansi (spesifik) pada terminal suatu antenna”.

4.Kalau diatas disebut “beberapa lambda” itu dikarenakan nilainya tidak selalu sama. Ada lokasi dimana jarak 4 lambda sebuah antenna baru berada pada free spacenya , tetapi ada juga ditempat lain dimana antenna yang sama sudah menemukan free spacenya hanya pada ketinggian 2 lambda saja dari tanah. Kondisi struktur, konduktivitas , kelembaban tanah bisa berbeda beda disatu dan lain wilayah. Untuk diskusi ini , kita misalkan ( anggap ) saja ditempat anda free space untuk 11 meterband ( 27 MHz ) adalah 2 lambda , maka pada ketinggian 22 meter atau lebih diatas tanah , impedansi terminal antenna dipole anda akan terukur 72 ohm.

5. Pada ketinggian antenna yang “LEBIH RENDAH DARI FREE SPACE SETEMPAT” ( artinya ketinggian antenna belum berada pada free space ) , impedansi terminal sebuah antenna dipole bisa acak / bervariasi. Umumnya diantara 40 s/d 130 ohm tergantung kondisi tanah yang ada maupun ketinggian yang dipilih.

6.Kalau ketinggian dipole anda yang 22 meter dari tanah tsb. sudah pada area free space bagi frek. tsb. Maka bila anda menggunakan coax 50 ohm ( dan panjang dipole yang anda buat sudah tepat / resonan pada frek yang anda inginkan ) , maka impedansi antenna anda yang 72 ohm itu akan “menghasilkan” penunjukan SWR meter pada nilai 1.44 : 1.
Untuk HF nilai SWR meter ini sudah cukup bagus. Umumnya untuk HF , SWR masih dianggap aman jika nilainya tidak lebih dari 1.9 : 1

7.Jadi kalau panjang antenna anda ( sebetulnya ) sudah resonan pada frek. Yang anda inginkan , jangan terlalu mengkhawatirkan SWR yang 1,4 : 1 tersebut. Tidak perlu anda paksakan untuk menurunkannya sampai ke 1 : 1 dengan cara memendekkan ( terus menerus ) dipole anda karena salah2 malah antenna anda pindah frek. resonansinya dan “keluar” dari frek. yang sebenarnya anda inginkan tanpa anda sadari ( meskipun SWR nya akhirnya menunjuk yang terendah ).

Lain ceritanya bila dipolenya tetap anda biarkan pada panjang resonansnya , lalu SWR 1.4 : 1 itu anda turunkan ke 1 : 1 dengan menambahkan matching transformer yg memiliki impedansi karakteristik 60 ohm ( dari hasil hitungan Z transformer = akar ( 72 x 50 ). Maka selain SWR anda berada pada titik optimumnya effisiensinya ( terendah ), dipole anda juga tetap berada tepat pada frekuensi resonansinya.

8.Bagaimana membuat dipole ½ lambda untuk HF ?
Uraiannya saya perinci berikut ini :

9.Bahan radiator ( konduktor ) yang diameternya kecil ( misalnya kawat tembaga diameter 1 mm seperti yang dipakai salah satu rekan kita tsb ) memiliki keuntungan karena antenna tsb. Menjadi lebih ringan. Namun ada juga kerugiannya. Diameter yg. terlalu kecil menjadikan bandwidthnya sempit.

Umumnya ukuran yang dianggap “kompromistis” ( bandwith lebar, antenna cukup kuat namun tidak terlalu berat adalah penghantar berupa kabel ( kabel serabut / berurat banyak ) ukuran 14. Ukuran ini bahkan masih cukup kuat untuk beban panjangnya sebuah dipole ( sampai ) 80 meterband.

10.Rumus panjang dipole ½ lambda YANG DIPASANG PADA FREE SPACE ( KETINGGIAN YANG CUKUP TINGGI ) :

L ( dalam feet ) = 492 : freq. ( MHz )

atau L ( dalam meter ) = 149,9616 : freq. ( MHz ).

11.Tetapi jika antenna dipole anda akan anda pasang pada ketinggian yang relatip rendah ( lebih rendah dari free space ), maka Rumus yang anda pakai perlu di modifikasi menjadi :

L ( dalam feet ) = 468 : freq. ( dalam MHz )

atau L ( dalam meter ) = 142,646 : freq. ( MHz ).

12. Selamat mencoba.


Salam , Djoko Haryono.

12 komentar:

  1. om andi yth...
    pada inverted V di 11 Mhz saya swr berkisar 1,2-1,5 :1 (11.300 -11.500) tetapi di 15.0 - 15.500 Mhz bisa dapat 1:1, dengan panjang antena 2x 6.20meter dia.1.5mm kenapa kelipatannya kok ganjil di 15mhz? bukan di 22mhz? tks om andi.
    73.

    BalasHapus
  2. Hallo Om Indra Grandong, mohon maaf saya belum bisa jawab pertanyaan dari Om Indra.
    Kenapa yah...bisa begitu?
    Mungkin ada rekan lain yang mempunyai pengalaman yang sama dg Om Indra, silahkan share disini dan bisa membantu untuk menjawabnya.
    Terimakasih

    Salam terbaik,
    Andi

    BalasHapus
  3. ditulisakan
    " L ( dalam meter ) = 142,646 : freq. ( MHz )."
    apakah itu artinya panjang total om Andi?
    atau B = L yaitu jumlah 2xA= spasi feedpoint?

    BalasHapus
  4. Hallo Om Raharja,

    Terimaksih atas kunjungan dan komentarnya di blog RT.
    "L (dalam meter)= 142,646 : freq (MHz)" rumus ini betul untuk panjang total antenna dipole 1/2 lambda.
    Untuk feed point di titik tengahnya adalah hasil L : 2 lagi, atau hasilnya nanti 1/4 lambda kiri dan 1/4 lambda kanan.

    Salam terbaik,
    Andi

    BalasHapus
  5. Slamat pagi om andi. Mohon info. Untuk kabel tv yg hitam gepeng itu dinamakan twin lead. Apakah bisa digunakan sbg kabel penghubung dr perangkat ke antena langsung ke feed point tanpa menggunakan balun?trus antena 1/2 lamdauntuk band 40 apakah harus menggunakan balun jika kita gunakan coax 50 ohm, jika menggunakan balun. Balun apa digunakan 1:1 atau 4:1? Selanjutnya saya baca dr blog anda untuk antena 1/2 lamda untuk hf mempunyai impendansi sekitar 72 ohm.jika kita gunakan kabel coax 75 ohm apakah perlu menggunakan balun? Di feed poin. Ancang ancang tanpa lpf di boster om andi...hehe. Mohon kasi jawaban om. Andi. Terakhir....saya ada radio qrp 40m band. Rencana mau bikin antena yg murah bisa diexperimen. Rencana saya mau bikin antena 1/2 lamda. Supaya hasil memuaskan dan loses kecil bagaimana om? apakah saya gunaksn kabel tv yg pipih itu? Klu itu digunakan brapa panjangnya kabel tv itu dr radio ke antena...apakah perlu adanya balun? Impendansi radio saya 50ohm om andi. Mohon saran om andi. Saya komang dikarangasem yg masih perlu banyak belajar.

    BalasHapus
  6. Hallo Bli Komang,

    Kabel TV yg hitam gepeng itu, betul disebut Tween Lead, mempunyai impedansi 300 Ohm, sedangkan rata2 Transceiver jaman sekarang memerlukan antenna yang impedansinya 50 ohm jadi jelas tidak bisa dipakai langsung.

    Untuk antena dipole 1/2 lambda boleh juga tanpa menggunakan balun atau langsung difeed dg kabel coaxial 50 ohm, kalau mau pakai balun ukurannya 1 : 1

    Salam terbaik,
    Andi

    BalasHapus
  7. aku rencana mau bikin anten untuk 11 mc . cara membuat anten infertit bagai mana Om Andi .kawat kabel kanan kiri berapa meter Om ? cara memasang balunya tolong gambarkan Om ! rencana saya menggunakan Kabel RG58 panjang 30 meter .

    BalasHapus
  8. Hallo Mas Mulyono,

    Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya di blog RT ini ya...

    Kebetulan saat ini saya juga pakai antena jenis Inverted V untuk bekerja di frekwensi 11.405 - 11.450MHz.

    Untuk ukuran kawat yang dibentangkan ke kiri dan kanan pakai kawat email 1.5mm dan panjang masing2 bentangan 6.25 meter (ancang-ancangnya).
    Bisa juga pakai kabel serabut seperti kabel untuk kelistrikan sepeda motor/mobil, kabel listrik seperti jnis NYM atau NYYHY, kabel speaker yang transfaran isolasinya biasanya lebih disukai oleh para amatir, atau kabel innernya coaxial RG58 yang dibuang kulit luarnya yang berwarna hitam dan kabel serabutnya dan diambil bagian tengahnya saja/innernya yang berwarna putih atau pakai kabel coaxial RG58 yang dibentangkan langsung dan antara inner dan kabel serabut/outernya disambung/dishrkan dulu pada kedua ujungnya juga bisa.

    Setelah melalui proses pengukuran swr, hasil swr terendahnya yaitu 1 : 1.1 diperoleh dengan panjang bentangan terakhir untuk masing2 kiri dan kanannya adalah 6.10 meter.

    Jadi masing2 ujung kawat bentangannya ditekuk 15cm, dan perlu diingat jangan sampai dipotong ya...kelebihannya tapi cukup ditekuk kearah dalam yang 15cm nya.

    Kalau mau pakai balun boleh dipasang dulu di titik feed nya atau titik 2 kawat bentangan kiri dan kanan sebelum disambung langsung dengan kabel coaxial 50 ohm pada titik ini.
    Ukuran Balunnya pakai yang 1 : 1

    Saya sendiri terakhir ini tidak memakai balun jadi disambung langsung saja.

    Selamat mencoba dan semoga sukses

    Salam terbaik,
    Andi

    BalasHapus
  9. Pak Andi yth;
    Mau nanya nih,klo ukuran pjg total dan space berapa pak....
    Untuk freq 70/80 mhz?....
    Trims sblmnya pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo pak Betran,

      Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya di blog RT ini ya...

      Pak Betran untuk menghitung ukuran panjang total antena dipole untuk frek 70/80MHz, maksudnya 70 - 80MHz ya...jadi biar bisa bekerja dari 70MHz sampai 80MHz, maka harus ambil frek tengahnya yaitu 75MHz, kemudian pakai rumus diatas.

      L ( dalam meter ) = 142,646 : freq. ( MHz )

      Jadi L = 142,646 : 75 = 1.9 meter (hasil pembulatan angka)

      Kemudian untuk membuat antena dipole 1/2 lambda maka panjang total dipole 1,9 meter tadi harus dibagi dua menjadi panjang masing2 kiri dan kanan 0,95 meter atau 95 cm.
      Untuk jarak/space antara elemen kiri dan kanannya bisa antara 1 - 2 cm

      Salam terbaik,
      Andi

      mohon maaf kalau salah hitung ya...

      Hapus
    2. Pak Betran untuk mendapatkan gain antena dipole ini supaya lebih besar lagi maka buat saja antena dipolenya 1 lambda jadi panjang masing2 elemen kiri dan kanannya 1.9 meter

      Selamat mencoba dan salam terbaik,
      Andi

      Hapus

91DA002 Andi Web Blog

Propagasi hari ini