Tampilkan postingan dengan label Modifikasi Radio CB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modifikasi Radio CB. Tampilkan semua postingan
Kamis, 17 April 2014
CARA MUDAH DAN SIMPLE MODIF/GANTI TRANSISTOR FINAL CB C1969 DENGAN TRANSISTOR MOSFET
Hallo rekan2 setia pengunjung blog Radio Tengkorak,
Salam terbaik untuk anda semua dan semoga tetap dalam keadaan baik dan masih mencintai hobinya masing2.
Untuk kali ini saya ingin mensharing pengalaman yang terjadi di lapangan dalam modifikasi/mengganti transistor final cb C1969 dengan transistor mosfet IRFZ 24 N dengan mudah dan simple, tapi hasil lumayan dengan power out tx 15 - 20 Watts setelah dilakukan pergantian transistor finalnnya.
Paling tidak hasilnya sama seperti sebelum diganti dengan transistor mosfet tetapi jauh lebih ekonomis jika dibandingkan dengan harga transistor C1969, lagipula barangnya sudah sukar didapatkan di pasaran elektronik pada saat ini.
Sesuai judulnya pada artikel kali ini "Cara Mudah dan Simple Modif/Ganti Transistor Final CB C1969 dengan Transistor Mosfet"
Maka sengaja rangkaiannya saya buat simple, dalam artian tidak ada komponen tambahan untuk sistim regulator tegangan bias untuk kaki gate transistor mosfetnya seperti rangkaian yang umum dijumpai biasanya menggunakan ic regulator 7805 atau dioda zener 5 volts yang tegangannya bisa diatur dengan variable resistor sesuai keperluan, sebelum masuk ke kaki gate transistor mosfet.
Dan juga tidak ada rangkaian Companion Part disertakan pada kaki gate mosfetnya seperti artikel yang pernah dimuat di blog ini beberapa waktu lalu.
Alasannya agar tidak banyak merubah/menambahkan komponen pada rangkaian final radio cb.
Disini cukup hanya mengganti nilai sebuah resistor 10 ohm untuk tegangan bias kaki basis transistor final C1969 ( pada radio cb dengan nomor chassis PTBM121D4X), atau nomor chassis lainnya yang serupa untuk radio cb jenis Colt 485 Black Shadow, Colt320DX, Colt 320FM, Lafayette 800, Lafayette 1200FM, Cobra GTL150 dll.
Modifikasi ini berlaku juga untuk jenis2 radio cb tipe lainnya seperti Superstar 2000, 2200, 2400, Hygain V, Aries Super 120 dll, yang tidak bisa saya sebutkan semuanya disini karena kepanjangan namun mungkin untuk nilai resistor tegangan bias transistor finalnya sedikit berbeda-beda ada yang nilainya 10 ohm, 22 ohm, 27 ohm, 33 ohm dll.
Namun yang perlu diperhatikan pada jenis radio2 cb tipe tersebut diatas biasanya dilengkapi dengan sebuah dioda yang diparallel denga resistor tegangan bias ke arah groundnnya.
Maka kalau ada dioda tersebut kita harus melepasnya karena dengan dioda yang masih terpasang, sukar untuk memperoleh tegangan yang diinginkan untuk bias kaki gate mosfetnya.
Pada gambar diatas terlihat transistor final C1969 yang akan diganti dengan jenis transistor mosfet tipe IRFZ 24 N, yang pada gambar tsb ditandai denga lingkaran berwarna merah.
Demikian juga untuk resistor tegangan bias pada kaki basis transistor final C1969 ke ground yang nilainya 10 ohm harus diganti dengan nilai yang lebih besar seperti 56 ohm atau 68 ohm.
Mungkin nilai resistor tsb tidak mutlak harus 56 ohm atau 68 ohm, bisa saja berubah sesuai
hasil di tkp hehehe...
Tetapi dua nilai resistor tersebut adalah hasil yang saya dapatkan di tkp yang sudah dicoba beberapa kali dan selalu menunjukkan hasil yang sama.
Nilai resistor tersebut hanya untuk acuan awal saja, tetapi tujuan kita sebenarnya adalah untuk mendapatkan tegangan yang tepat sebesar 3.2 volts, untuk diberikan pada kaki gate mosfet pada saat variable resistor/RV2 pada gambar tsb pada posisi maksimum ( catatan : pada nomor chassis seperti PTBM121D4X, posisi maksimum RV2 adalah diputar ke arah kiri habis ), jadi kalau RV2 diputar berlawanan atau ke arah kanan, maka tegangan biasnya akan semakin mengecil.
Menimbang dan mengingat hehehe...kayak hakim sedang membacakan tutuntutan saja nih...
Menimbang rangkain ini tidak ada protek tegangan untuk bias kaki gate mosfet, maksudnya supaya simple dengan tidak adanya penambahan komponen seperti pembatas tegangan seperti pemakain ic regulator 7805 atau zener dioda 5volts, maka demi keamanan mosfetnya supaya tidak mudah jebol karena over voltage pada tegangan bias kaki gatenya.
Maka kita set tegangan bias mosfetnya maksimal 3.2 volts ( 3.2 volts adalah hasil dari beberapa percobaan di tkp dengan menggunakan berbagai tipe mosfet seperti IRF 510 N- 520 N - 530 N - 540 N, dan IRFZ 24 N dengan hasil sama adalah 3.2 volts untuk maksimal power out tx apabila digunakan pada final radio cb untuk menggantikan transistor C1969 ).
Set tegangan bias mosfet maksimal 3.2 volts pada saat posisi RV2 setelannya mentok diarah kiri/maksimal ( pada tipe radio cb yang saya sebut diatas ).
Tujuannya adalah, apabila kita mengatur/adjust VR2 nya memang maksimalnya pada nilai 3.2 volts, tidak bisa lebih lagi, dengan harapan mosfetnya tetap aman karena tidak ada spare lebih lagi tegangan biasnya dan kalau VR2 diputar ke kanan malah tegangannya akan mengecil, jadi aman kan...?
Jadi walaupun cara modifnya simple tapi keamanan untuk mosfetnya tetap terjaga supaya tidak mudah jebol walaupun harga mosfetnya cukup murah Rp 6000,- saja per buahnya di Denpasar, tapi kadang kita malas mengerjakannya kalau harus mengganti lagi mosfet yang jebol.
Bandingkan harga C1969 yang saat ini sukar didapat, walaupun ada harganya cukup lumanyun eh...maksudnya lumayan berkisar antara Rp 60.000 - Rp 80.000 bahkan mungkin bisa saja mencapai Rp 100.000 per buahnya ( menurut survey di tkp dan saya pernah beli juga di rekan2 memang harganya sekitar itu, dan kira2 sepuluh tahun kebelakang, saya masih ingat karena sering beli transistor tipe C1969 ini harganya cuma Rp 27.000 per buahnya di Denpasar.
Lha....kok jadi ngelantur ya...malah ngomongin harga transistor hehehe...:-)
Nggak apa2 ya...biar kesan tulisan artikelnya panjang, padahal pembahasannya sedikit saja :-)
Ok, rekan2 setia pengunjung blog RT, kita lanjut lagi ya...sharingnya.
Sekarang saya bahas triknya dalam mengerjakan/memasang mosfet.
Setelah kita lepas transistor C1969 yang akan diganti dengan mosfet, jangan dipasang dulu transistor mosfetnya, jadi biarkan kosongkan saja dulu tempatnya.
Tujuannya supaya mosfetnya tidak jebol sewaktu kita mengutak-atik/mencoba memasukkan tegangan biasnya, karena besaran tegangannya belum diketahui secara pasti.
Pada posisi VR2 mentok kearah kiri atau biasanya pada posisi ini adalah setelan maksimal tegangannya.
Lepas resistor niai 10 ohm dan ganti dengan 56 ohm, kemudian ukur tegangan di titik kaki untuk gate mosfet harus menunjukkan 3.2 volts.
Kalau hasilnya kurang dari 3.2 volts, coba ganti resistornya dengan yang lebih besar lagi atau 68 Ohm, dan sekarang ukur lagi tegangannya di titik kaki untuk gate mosfet.
Kalau sudah didapat tegangnnya 3 atau 3.2 volts sih sudah cukup dan biasanya menurut pengalaman saya di tkp, nilai resistornya kalau nggak pakai 56 ohm, pakai 68 ohm sudah tepat dapat tegangan 3.2 volts di titik kaki gate mosfet.
Sekarang apabila tegangan bias sudah didapat 3 atau 3.2 volts, kemudian baru bisa dipasang transistor mosfetnya seperti tipe IRFZ 24 N.
Sesuai pengalaman saya di tkp...bosan ah...bilang pengalaman di tkp terusssss hehehe....
Untuk mosfet tipe IRFZ 24 N adalah jenis mosfet yang paling bagus "sambil mengangkat dua jempol" jika dipakai untuk final radio cb mengantikan C1969, jika dibandingkan dengan tipe mosfet lainnya seperti tipe IRF510N-520N-530N-540N.
Bahkan pakai IRFZ 24 N, bisa didapatkan po tx lebih besar lagi hingga mencapai 20 watts lebih dibandingkan dengan C1969.
Wah...mudah2an didengar nih...sama pabriknya sipembuat IRFZ 24 N...biar saya dapat angpao karena ikut mengiklankan IRFZ 24 N hehehe...:-)
DOWNLOAD DATA SHEET IRFZ24N
Ada satu hal lagi yang saya sharingkan disini yaitu tolong diingat...itupun kalau anda percaya :-)
Pada waktu beli transistor mosfet apapun yang akan anda pakai untuk final tx atau akan anda kerjakan sebagai penguat rf, jangan sampai ketingggalan untuk menyebutkan huruf N dibelakang angka nya misal IRFZ 24 N, kalau anda diberi IRFZ 24 gundul orang brikeran bilang hehee...sama penjualnya jangan diterima, lebih baik pindah toko saja.
Karena menurut pengalaman di tkp...hehehe...pengalaman di tkp lagi tkp lagi...bosan ah....
dan melalui uji coba...kaya orang LIPI saja nih...ngomongnya :-)
Bahwa transistor mosfet yang dipakai untuk penguat rf tanpa ada huruf N dibelakang angkanya, tidak akan memberikan hasil yang maksimal bahkan sangat jauh dibawah hasilnya dibanding yang ada huruf N nya.
Ini terjadi pada saya sendiri, baru saja saya buang ( sombong dikit ah...) stok beberapa transistor mosfet seperti IRF510-520-530-540 dan IRFZ 24.
Mudah2an ini berguna untuk rekan2 setia pengunjung blog RT yang akan membeli transistor mosfet, tolong diingat ada huruf N nya untuk tujuan sebagai penguat RF.
Nah...pada gambar diatas, untuk yang kepepet apabila sukar lagi untuk mendapatkan transistor bagian driver radio cb tipe C2166.
Sama halnya seperti transistor final cb tipe C1969, dan transistor driver cb tipe C2166 pun sami mawon sukar didapatkan juga.
Apabila rekan2 menemukan jalan buntu sukar mendapatkan lagi transistor tipe C2166 tsb, bisa diganti juga dengan jenis mosfet tipe IRFZ 24 N.
Caranya sama seperti diatas, lepas dulu transistor C2166 nya kemudian ganti dulu resistor tegangan bias yang nilainya 33 ohm dengan 330 ohm, sebelum memasangkan mosfet IRFZ 24 N nya.
Kemudian ukur tegangan di titik untuk kaki gate mosfet harus maksimal 3.2 volts.
Setelah tegangan biasnya diperoleh tepat lalu sekarang bisa dipasangkan mosfet IRFZ 24 N nya.
Menurut uji coba di tkp...lagi2 tkp...hehehe...:-)
Hasil out power tx nya tidak sebesar hasil yang diperoleh jika masih menggunakan transistor C2166 untuk driver tx nya.
Tapi ini cukup lumayan lah...dari pada tidak ada solusinya dan bukankah sudah ada dan banyak radio2 cb baru, yang diproduksi sekarang sudah menggunakan transistor jenis mosfet pada bagian driver dan final txnya.
Selamat mencoba dan semoga sukses selalu.
Disclaimer :
Admin Radio Tengkorak tidak bertanggung jawab atas segala kerusakan yang mungkin terjadi pada radio CB anda, setelah anda melalukan modifikasi ini.
Salam terbaik,
Andi
Label:
Modifikasi Radio CB,
Tip dan Trik
Lokasi:Indonesia
North America
Selasa, 05 November 2013
MEMASANG DDS PADA RADIO CB
![]() |
| Radio CB Superstar 2200 yang dipasangi DDS |
Ataupun hanya untuk sekedar mencoba merubah tampilan radio cb agar mudah bisa dibaca langsung frekwensi kerjanya secara akurat.
Saya kira lebih cocok lagi bagi rekan2 yang punya hobi dx'ing seperti saya, yang lebih suka menggunakan radio cb dengan dilengkapi booster ketimbang pakai radio hf allband.
Setelah radio cb ini dipasangi dds sebagai pengganti vco aslinya, mau bergeser kemanapun ok ok saja...he...he
![]() |
| DDS yang dipasangkan pada radio CB Superstar 2200 |
![]() | |||
| Berbagai macam DDS yang di buat oleh rekan2 kita seperti pada foto, bisa dipasangkan pada radio CB semuanya sudah saya coba dengan hasil yang baik dan memuaskan |
![]() |
| Cara penyuntikkan DDS pada Radio CB, salah satu contoh skematik Superstar 2000, 2200,2400 dll |
Kaki trafo bpf ( T2 ) pada radio cb, bagian primer mempunyai 3 kaki dan sekundernya mempunyai 2 kaki dan salah satu kakinya terhubung ke ground pcbnya.
![]() |
| Blok Diagram VCO pada radio CB sebelum di pasang DDS |
Kaki sekunder T2 yang lain aslinya terhubung ke 2 buah kapasitor yang menuju ke bagian rx mixer dan tx mixer, potong jalur pcbnya dengan pisau cutter biar terpisah sambungan antara kaki T2 dengan dua buah kapasitor tadi.
![]() |
| Blok Diagram VCO pada radio CB yang dipotong jalur pcb antara out VCO/T2 menuju ke 2 buah kapasitor RX/TX |
Atau kalau anda tidak mau memotong jalur pcb tadi karena merasa sayang, bisa juga dilakukan dengan cara mencopot trafo bpf T2 terlebih dahulu.
Kemudian suntikkan output dds di titik pcb yang tersambung ke kapasitor tadi, sehingga kita sekarang tidak punya hubungan lagi dengan bagian vco out aslinya.
![]() |
| Blok Diagram VCO pada radio CB yang sudah dipotong jalur pcb out VCO/T2 dan DDS disuntikkan pada jalur pcb yang menuju ke 2 buah kapasitor RX/TX |
Dengan demikian maka sekarang untuk rotary channel radio cb, coarse/fine, saklar band tidak berfungsi lagi karena posisinya sudah diganti dengan dds system, cuma sayangnya untuk mode FM jadi ikut tidak berfungsi juga karena sistim modulasi mode FM disuntikkan dari bagian vco nya, sedangkan sekarang vco nya sudah tidak digunakan lagi jadi mode FM nya pun ikut mati deh...tapi nggak apalah bagi saya hampir nggak pernah menggunakan mode FM tsb.
Untuk keperluan tegangan DDS bisa diambil dari titik kaki kolektor transistor regulator D325 seperti yang terlihat pada gambar dibawah kabel merah + dan kabel hitam -/gnd.
![]() |
| Output DDS disuntikkan pada titik output VCO radio CB |
Pada umumnya sebagian besar radio2 CB yang beredar di Indonesia seperti merk Superstar, Colt, Lafayette, Midland, Hy Gain, Cobra dll, memakai X'tal Filter ( Mechanical Filter yang bentuknya kotak logam ), dengan frekwensi tepatnya 10.6935MHz yang sebagian akan terlihat tertulis pada badan mechanical filter tsb, dan sebagian lagi tidak terlihat.
Dan secara umum kita sebut saja frekwensinya adalah 10.695MHz.
Sedangkan untuk X'tal BFO nya mempunyai frekwensi 10.692MHz, jelas terlihat pada tulisan di badan x'talnya.
Untuk mode USB, frekwensi IF pada DDS diseting pada 10.695MHz, dan apabila dirasa kurang zero beat, misal di tes pada ch 30 atau 27.305MHz, nada stasiun lawan yang diterima terdengar terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa diatasi dengan menyetel kembali kapasitor trimer untuk mode USB pada X'tal BFO 10.692MHz sampai dirasa paling tepat zero beat baik tx maupun rx, atau dengan cara merubah nilai seting frekwensinya seperti yang akan saya jelaskan berikut dibawah ini.
Untuk mode LSB, frekwensi IF pada DDS diseting pada 10.693MHz atau frekwensi ini bisa saja sedikit bergeser naik atau turun tergantung seting kapasitor trimer untuk mode LSB pada x'tal bfo nya tadi.
Keterangan saya diatas mengenai seting frekwensi IF pada DDS tidak mutlak harus sesuai seperti yang disebutkan diatas bisa saja berubah sedikit cenderung turun dari 10.695MHz nilai frekwensinya, tergantung kasus yang ditemui di tkp hehehe...
Untuk seting frekwensi IF pada DDS untuk radio cb biasanya dari 10.693 - 10.695MHz atau mungkin saja akan diperoleh hasil yang tepat zero beatnya pada 10.6948MHz atau 10.6949MHz atau contoh lain pada 10.6935 atau 10.6936MHz dst, silahkan dicari-cari nilai frekwensi IF nya yang paling tepat.
Hasil yang paling tepat untuk cara setting frekwensi IF pada DDS ini dilakukan pada saat tx/transmit dengan bantuan radio hf allband yang mempunyai display frekwensi counter harus diperoleh hasil yang tepat/zero beat pada frekwensi yang sama keduanya, dan untuk saat rx/receive ketepatannya hanya mengikuti saja dan sudah bisa dipastikan hasilnya akan tepat juga.
Singkat kata patokannya adalah pada saat transmit saja sambil melakukan seting frekwensi IF nya, dan untuk saat receive akan mengikutinya.
![]() |
| Radio CB Super Star 2200 dengan DDS sedang diuji coba di ruang bengkel Radio Tengkorak yang sempit |
![]() |
| Radio CB Super Star 2200 dengan DDS yang ditempatkan di box plastik sederhana di stasiun Radio Tengkorak yang sempit |
![]() |
| Satu unit DDS untuk dipakai pada dua radio, Super Star 2200 dan Yaesu FT180A |
Disclaimer :
Admin Radio Tengkorak tidak bertanggung jawab atas segala kerusakan yang mungkin terjadi pada radio CB anda, setelah anda melalukan modifikasi ini.
Selamat mencoba dan semoga sukses
Senin, 08 April 2013
HF BOOSTER 40 - 60W DENGAN TRANSISTOR N-MOSFET IRF520, IRF530 ATAU IRF540
Kalau hanya untuk mendapatkan daya output 40 - 60 watts di band HF, kenapa tidak memakai transistor jenis N-Mosfet tipe IRF520, IRF530 atau IRF540 saja yang sangat murah harganya jika dibandingkan dengan transistor penguat daya RF lainnya seperti tipe 2SC2290 atau MRF454 dan lainnya.
Saya sering merakit booster dengan IRF520, IRF530 atau IRF540 untuk dipergunakan di band 27MHz dan 11MHz dan bahkan untuk band lainnya dengan hasil yang cukup memuaskan.
Gambar2 berikut dibawah ini adalah contoh dari beberapa booster dengan 2xIRF520 atau IRF540 yang telah saya rakit secara sederhana dengan memanfaatkan sebagian komponen bekas dari bodolannya radio tranceiver bekas seperti trafo balunnya dan juga blok RF Linear bekas radio HF allband yang dimodif dan transistor finalnya diganti dengan transistor mosfet IRF520 atau IRF540 yang sebelumnya mempergunakan transitor 2SC2290 atau MRF454 dan tentunya komponen lainnya harus disesuaikan terlebih dahulu.
Ketiga gambar diatas adalah booster dengan 2xIRF520 ( pushpull), yang dirakit pada blok bekas RF Linear bodolan dari radio HF Furuno FS-1000 dan komponen lain yg tidak diperlukan sudah dibuang/dibersihkan dari pcb nya.
Dan gambar berikut dibawah ini adalah booster dengan 2xIRF540 yang dirakit pada blok bekas RF Linear bodolan dari radio VHF Kachina yang dipakai hanya blok bekas plat sirip pendinginnya saja, sedangkan trafo balunnya bekas/bodolan dari radio Kenwood TS120S. Kemudian ditempatkan dibagian belakangnya box adaptor ( namanya juga homebrew hehehe...apapun jadi ).
Dan gambar berikutnya dibawah ini adalah booster yang sama dengan 2xIRF540 ( pushpull ), yang dipasang pada ekornya radio CB Lafayette 800 dengan tambahan saklar toggle kecil untuk posisi LOW - HI.
Posisi LOW ( booster OFF ), power CB standard Lafayette 800 yaitu 12 watts dan pada posisi HI, ( Booster ON ), power 40 - 50 watts. Lumayan bukan...?
Untuk skematik booster seperti gambar2 diatas sebenarnya sudah dimuat pada artikel beberapa waktu lalu.
Tapi baiklah saya muat ulang lagi skematiknya seperti di bawah ini.
Untuk transistor mosfet yang digunakan bisa tipe IRF520, IRF530 atau IRF540 atau bisa juga menggunakan tipe lain, silahkan dicoba saja dan diaplikasikan pada skematik diatas.
Happy homebrewing and wish you Good luck.
Saya sering merakit booster dengan IRF520, IRF530 atau IRF540 untuk dipergunakan di band 27MHz dan 11MHz dan bahkan untuk band lainnya dengan hasil yang cukup memuaskan.
Gambar2 berikut dibawah ini adalah contoh dari beberapa booster dengan 2xIRF520 atau IRF540 yang telah saya rakit secara sederhana dengan memanfaatkan sebagian komponen bekas dari bodolannya radio tranceiver bekas seperti trafo balunnya dan juga blok RF Linear bekas radio HF allband yang dimodif dan transistor finalnya diganti dengan transistor mosfet IRF520 atau IRF540 yang sebelumnya mempergunakan transitor 2SC2290 atau MRF454 dan tentunya komponen lainnya harus disesuaikan terlebih dahulu.
![]() |
| Booster 2xIRF520 pada blok RF Linear bekas Furuno FS-1000 |
![]() |
| Booster 2xIRF520 pada blok RF Linear bekas Furuno FS-1000 |
![]() |
| Booster 2xIRF520 pada blok RF Linear bekas Furuno FS-1000 ( tampak atas ) |
Ketiga gambar diatas adalah booster dengan 2xIRF520 ( pushpull), yang dirakit pada blok bekas RF Linear bodolan dari radio HF Furuno FS-1000 dan komponen lain yg tidak diperlukan sudah dibuang/dibersihkan dari pcb nya.
Dan gambar berikut dibawah ini adalah booster dengan 2xIRF540 yang dirakit pada blok bekas RF Linear bodolan dari radio VHF Kachina yang dipakai hanya blok bekas plat sirip pendinginnya saja, sedangkan trafo balunnya bekas/bodolan dari radio Kenwood TS120S. Kemudian ditempatkan dibagian belakangnya box adaptor ( namanya juga homebrew hehehe...apapun jadi ).
![]() |
| Booster 2xIRF540 ( pushpull ) |
![]() |
| Booster 2xIRF540 ( pushpull ) yang di tempatkan pada box adaptor |
Dan gambar berikutnya dibawah ini adalah booster yang sama dengan 2xIRF540 ( pushpull ), yang dipasang pada ekornya radio CB Lafayette 800 dengan tambahan saklar toggle kecil untuk posisi LOW - HI.
Posisi LOW ( booster OFF ), power CB standard Lafayette 800 yaitu 12 watts dan pada posisi HI, ( Booster ON ), power 40 - 50 watts. Lumayan bukan...?
![]() |
| Booster 2xIRF540, pushpull tampak samping |
![]() |
| Booster 2xIRF540, pushpull |
![]() |
| Booster 2xIRF540 ( pushpull ) yang ditempelkan pada ekor belakang radio CB Lafayette 800 ( tampak samping ) |
![]() |
| Booster 2xIRF540, pushpull ( tampak belakang ) |
![]() |
| Booster 2xIRF540, pushpull ( tampak depan ) |
![]() |
| Booster 2xIRF540, pushpull ( tampak depan ) |
Untuk skematik booster seperti gambar2 diatas sebenarnya sudah dimuat pada artikel beberapa waktu lalu.
Tapi baiklah saya muat ulang lagi skematiknya seperti di bawah ini.
Untuk transistor mosfet yang digunakan bisa tipe IRF520, IRF530 atau IRF540 atau bisa juga menggunakan tipe lain, silahkan dicoba saja dan diaplikasikan pada skematik diatas.
Happy homebrewing and wish you Good luck.
Sabtu, 17 November 2012
MENAMBAHKAN RT - BM AMPLIFIER PADA OUT BALLANCE MODULATOR RADIO CB
RT - BM AMPLIFIER adalah singkatan dari Radio Tengkorak Ballance Modulator Amplifier.
Suatu rangkaian penguat audio yang dipasang di tingkat output ballance modulator atau boleh disebut juga Speech Processor yang dipasang pada output ballance modulator.
Saya selalu mempergunakan rangkaian RT-BM Amp ini untuk memodifikasi audio ssb radio cb seperti pada superstar 2000, 2200, 2400 dll, yang sebelumnya juga dipasang Pre Amp Mic RT pada input ballance modulator seperti pada artikel lalu yang berjudul :
MODIFIKASI AUDIO SSB SUPERSTAR 2000, 2200, 2400
Dengan menambahkan rangkaian RT-BM Amp ini pada output ballance modulator, maka audio ssb yang dihasilkannya akan lebih terkompresi sebelum masuk ke X'tal filternya.
Setelah kita menambahkan rangkaian ini maka akan jauh berbeda bila kita memperhatikan level audio/modulasi.
Berbisik atau berdesis di microphone pun akan melemparkan jauh jarum vu meter penunjuk power output ke tingkat maksimal power out tx.
Rangkaian ini bisa dipasang langsung di pcb main board cb bagian bawah dekat dengan bagian ballance modulator.
Dan untuk pemberian tegangan +8V nya dengan cara mengambil dari BT terdekat. BT adalah tegangan +8V melalui dc switch yang tegangannya keluar pada saat radio cb posisi transmit/tx.
Ada 2 skema dari RT-BM amplifier ini yang kedua-duanya dapat kita gunakan dengan hasil sama
baiknya.
Untuk mendapatkan hasil lebih baik lagi dari rangkaian ini dengan menggunakan transistor C2026. tapi yang perlu diperhatikan dari transistor C2026 ini susunan kaki emitornya di tengah, jadi urutan kakinya adalah : B E C kalau transistor C2026 ini berdiri menghadap ke arah kita.
Gambar2 berikut dibawah ini adalah cara memasang RT-BM Amplifier yang dipasang pada Radio CB Hy Gain V dan Superstar 2200
![]() |
| RT-BM Amplifier yang dipasang di Radio CB Hy Gain V |
Dan untuk BT +8V diambil dari TP terdekat melalui L 100uH yang bentuknya seperti resistor 100 Ohm.
![]() |
| RT-BM Amplifier yang dipasang di Radio CB Hy Gain V |
![]() |
| RT-BM Amplifier yang dipasang di Radio CB Superstar 220 |
![]() |
| RT-BM Amplifier yang dipasang di Radio CB Superstar 2200 |
![]() | |
| RT-BM Amplifier yang dipasang di Radio CB Superstar 2200 |
![]() |
| RT-BM Amplifier yang dipasang di Radio CB Superstar 2200 |
Selamat mencoba and happy homebrewing
Kamis, 15 November 2012
MODIFIKASI CLARIFIER RADIO CB
Saya ambil contoh dari rangkaian clarifiernya radio cb merk Colt 485 Black Shadow SSB, Colt 320 FM Black Shadow SSB, Colt 320 DX, Cobra GTL150, Lafayette 800 atau radio cb lainnya yang mempunyai nomer chasis atau nomer pcb yang sama yaitu PTBM121D4X.
Seperti yang kita ketahui bahwa setelan clarifier/fine sebuah radio cb yang masih mempunyai setelan default atau setelan asli dari pabrik si pembuatnya adalah sbb :
Potensiometer CLARIFIER atau FINE (yang tidak mempunyai COARSE seperti pada Superstar), hanya akan berfungsi pada waktu menerima/rx saja.
Sedangkan pada waktu memancar/tx, clarifier ini tidak berfungsi walaupun kita putar kiri maupun putar kanan
Kenapa demikian ?
Jawabannya :
Pada waktu kita transmit/tx, tegangan +8V dari BT masuk melalui R19 tanpa melalui potensiometer clarifier kemudian langsung ke D7 dan tegangan out dari D7 akan mengendalikan frekwensi xtal untuk band Mid - Low - Hi atau kita sebut tegangan ini untuk Clarifier.
Sedangkan pada waktu receive/rx, tegangan +8V dari BR masuk melalui R18 dan tegangan ini dapat di atur dengan potensiometer VR3 sebagai Clarifier sebelum masuk ke D6 dan tegangan out dari D6 yang besarnya dapat berubah-ubah sesuai setelan potensiometer clarifiernya yang selanjutnya tegangan ini akan mengendalikan xtal untuk band Mid - Low - Hi.
Dengan demikian jelas bahwa potensiometer clarifier yang terpasang knobnya pada panel depan radio cb itu hanya berfungsi pada waktu receive/rx saja.
Pada waktu transmit/tx, walaupun clarifier tidak berfungsi, tapi frekwensi kerja dari radio cb ini akan tetap sesuai dengan channel yang ditunjukkan pada display channelnya.
Misal pada channel 30 Middle atau band C maka akan bekerja tepat pada frekwensi 27.305MHz, ini sudah diset oleh pabrik si pembuatnya secara default.
Kalau seandainya frekwensi yang sudah diset tepat oleh pabrik si pembuat radio cb ini bergeser sedikit sih...tidak masalah masih bisa dikejar dengan clarifier lawan.
Tapi bayangkan kalau bergesernya banyak disebabkan radionya sudah tua atau karena pengaruh suhu udara yang menyebabkan trimer kapasitor untuk setelan masing2 bandnya bergeser dll.
Apabila terjadi hal demikian maka lawan bicara kita akan selalu melaporkan bahwa audio kita tidak zerobeat atau kalau pada mode ssb akan terdengar seperti bebek karena tidak terkejar oleh clarifiernya lawan bicara kita.
Kalaupun bisa dikejar dengan clarifiernya lawan, akan jauh melenceng terlalu kekiri ataupun terlalu kekanan.
Sekarang bagaimana supaya clarifier itu bisa berfungsi untuk kedua-duanya baik pada waktu rx maupun tx ?
Dalam artian : dimana posisi clarifier kita sedang rx disitulah juga tx.
Supaya bisa seperti itu, maka kita harus melakukan modifikasi clarifier.
Silahkan lihat pada skematik modif clarifier diatas yang saya ambil contoh dari pcb PTBM121D4X
Keterangan :
- BR = Tegangan waktu receive saja atau tegangan +8V, ini hanya akan keluar pada waktu receive/rx saja karena melalui dc switch.
- BT = Tegangan waktu transmit saja atau tegangan +8V, ini akan keluar pada waktu transmit/tx saja karena melalui dc switch.
Supaya clarifier radio cb berfungsi pada waktu rx/tx maka kita harus memodifikasinya dengan cara memutuskan terlebih dahulu tegangan dari BR maupun dari BT.
Kemudian kita sambung bagian jalur yang mengarah ke potensiometer clarifier atau bekas BR saja ke +9V continue atau tegangan ini terus menerus ada baik waktu rx ataupun tx, jadi tidak seperti tegangan sebelumnya yang keluar tegangannya gantian karena melalui dc switch.
Untuk lebih mudahnya mengambil tegangan +9V ini, bisa langsung saja dengan cara mengambilnya dari kaki emitor transistor regulator atau pada skematik PTBM121D4X contoh diatas dari Q38 (D325) atau lebih bagusnya cari saja TP 8V atau 9V terdekat yang tegangannya continue, bisa diukur dengan voltmeter dan tegangnnya harus tetap tidak hilang karena posisi tx saat ptt ditekan.
Untuk jalur BT seperti pada skematik diatas tidak difungsikan lagi, jadi harus dipisahkan dari rangkaian lainnya dengan cara mencopot R19 18K supaya tegangan +8V dari dc switch BT saat tx tidak bisa masuk ke rangkaian.
Kemudian potong jalur pcb BR yang tersambung ke R18 18K atau tidak usah dipotong jalur pcb tersebut, cukup lepaskan saja bagian kaki R18 yang tersambung ke BR kemudian solderkan sedikit kabel pada kaki R18 yg sudah dilepas tadi dan sambungkan ke +8/9V pada TP yang terdekat, kalau bingung langsung sambung ke kaki emitor transistor regulator D325 selesai sudah.
Setelah semua langkah2 modif clarifier diatas dilakukan, tinggal sekarang kita perlu meng adjust ulang masing2 trimer kapasitor band.
Caranya : Tepatkan jarum tanda garis clarifier pada arah jam 12, dengan bantuan radio cb lain coba transmit dari radio lain pada channel/frekwensi mode yang sama tentunya pada mode ssb.
Kemudian adjust capasitor trimer untuk band masing2 band. Untuk radio cb yang mempunyai nomer pcb PTBM121D4X, CT1 untuk band Mid, CT2 untuk band Hi, CT3 untuk band Low dan CT4 untuk LSB.
Adjust CT yang bersangkutan sesuai bandnya masing2 sampai audio yang terdengar pas ditelinga dan lebih baik lagi dengan mempergunakan radio hf yang ada display frekwensinya seperti radio hf allband dll, supaya lebih akurat lagi penyetelannya.
Kalau sudah pas penyetelan rx nya, sekarang gantian untuk tx nya dengan cara transmit dari radio yg sedang kita adjust, pastikan audio yang terdengar di radio bantuan pas juga, kalau agak sedikit beda tidak masalah masih bisa di kejar dg clarifier.
Karena pada kenyataannya memang selalu beda sedikit antara rx/tx dan akan berlaku berbanding terbalik dari nada audionya.
Kalau boleh saya jelaskan seperti berikut :
Sewaktu kita rx dan kita atur clarifier pada nada audio tinggi (hi tone), mungkin clarifier lewat dari arah jam 12 maka audio kita saat tx yang diterima stasiun lawan akan menjadi sebaliknya. Jadi audio kita akan terdengar nada audionya low (low tone).
Dan demikian pula sebaliknya kita atur clarifier saat rx pada nada audio low, mungkin clarifier kurang dari arah jam 12 maka audio kita saat tx, akan diterima stasiun lawan terdengar rendah (low tone).
Jadi pengaturan clarifier yang tepat adalah pada saat rx kita atur pada posisi nada audio stasiun lawan pas tidak terlalu low (nada medium, bass) atau tidak terlalu hi (nada trebble).
Tepatkan atau ambil nada yang kedengarannya seimbang antara nada low dan hi nya, maka audio kitapun akan terdengar pas pula di stasiun lawan.
Bagi rekan2 yang sudah terbiasa dengan memainkan clarifier pada radio cb yang sudah dimodif ini tidak masalah, tapi memang bagi yang belum terbiasa agak sedikit konsentrasi untuk memainkannya.
Karena akibatnya kalau sedikit kurang pas dalam memainkan clarifier yang sudah dimodif maka audio kitapun pada saat tx akan kurang pas juga didengar oleh stasiun lawan.
Ini lain halnya dengan clarifier pada radio cb yang belum dimodif, pengaturan clarifier saat rx walaupun melenceng tidak akan berakibat pada audio kita saat tx.
Karena saat tx frekwensinya tetap tidak bergeser karena pengaruh pergeseran/perubahan clarifier, karena memang clarifier tidak berfungsi saat tx.
Nah...sekarang untuk sekedar mengecek apakah radio cb anda mempunyai clarifier yang masih asli setelannya atau belum dimodif atau sudah pernah di modif ?
Mungkin anda tidak tahu pasti jawabannya terlebih bagi rekan2 cber yang nggak senang utak-atik dan tidak tahu juga sejarah radio cb tersebut saat mendapatkannya yang mungkin sudah di modif sebelumnya.
Untuk mengeceknya sangat mudah, coba transmit saja dan dengarkan pada radio lain, apakah audio anda bergeser atau tidak saat anda bicara di microphone.
Putar clarifier ke kiri atau ke kanan dan dengarkan apakah audio anda berubah sesuai perputaran potensiometer clarifier.
Kalau tidak ada perubahan berarti masih asli setelan pabrik si pembuatnya dan sebaliknya kalau ada perubahan berarti sudah dimodif.
Dalam hal ini pada clarifier yang sudah dimodif akan memberikan keuntungan seperti pada posisi dimanapun setelan clarifier anda set, maka disitu pula anda transmit. Jadi frekwensinya sama antara rx dan tx.
Untuk jenis radio cb Superstar seperti SS2000, 2200, 2400, dll, yang mempunyai knob potensiometer COARSE dan FINE. Kita bisa memodifikasi untuk FINE nya, karena untuk COARSE sudah bisa mengikuti rx maupun tx nya.
Jadi untuk jenis radio cb Superstar, apabila kita sudah modif Fine nya maka untuk Coarse tidak perlu kita mainkan lagi dan tetapkan saja selamanya di arah jam 12. Tinggal kita mainkan Fine nya saja supaya berfungsi pada saat rx maupun tx.
Skematik diatas adalah rangkaian clarifier radio cb Superstar 2000, 2200, 2400, Hy Gain V atau radio cb lainnya yang mempunyai nomor pcb PCMA001S.
Untuk memodifikasi clarifier jenis radio cb ini silahkan dilihat pada skematiknya.
Mohon maaf bukannya menggurui, saya hanya ingin berbagi informasi yang terutama artikel ini ditujukan bagi rekan2 yang belum mengetahui bagaimana cara memodifikasi clarifier radio cb.
Selamat mencoba and happy homebrewing
Minggu, 28 Oktober 2012
MENGGANTI TRANSISTOR FINAL RADIO CB C1969 DENGAN MOSFET IRF540
Kalaupun ada harganya cukup mahal yang kadang kita berpikir 2x sebelum membelinya.
Beruntung sekarang dijaman mosfet ini, keberadaan transistor C1969 sudah tidak kita pikirkan lagi seperti sebelumnya masalah ini sempat mengganjal dan sempat menurunkan semangat para cb'er.
Dengan beberapa tipe mosfet yang banyak dijual dipasaran elektronik akhir2 ini seperti IRF510, IRF520, IRF530, IRF540 dapat menggantikan posisi transistor C1969 sebagai pengganti final tx radio cb.
Pada gambar diatas adalah skematik bagian final tx radio cb Superstar 2000,2200, 2400, Hy Gain V dll, yang coba saya tampilkan sebagai contoh bagaimana cara mengganti transistor C1969 dengan mosfet IRF540.
Dalam modifikasi ini ada 3 komponen yg perlu dilepas/disimpan saja seperti :
- D60 = MVIYH (dioda yang ditempelkan/dibaud pada logam pendingin sebelah transistor C1969)
- R46 = 680 ohm
- R47 = 10 ohm
Kemudian ke 3 komponen diatas kita ganti dengan rangkaian pemberi tegangan bias pada kaki Gate mosfet.
Untuk rangkaian pemberi tegangan bias pada kaki Gate mosfet tidak harus seperti pada skematik yang saya tampilkan diatas. Bisa juga menggunakan rangkaian lain yang contohnya banyak pada rangkaian booster2 yang menggunakan mosfet.
Hanya disini saya mencoba menerapkan rangkain pemberi tegangan bias yang sebenarnya sudah jadi/ada dijual dipasaran (mungkin masih dipasaran luar pagar), yang si pabrik yang memproduksi rangkaian ini menamainya "Companion Parts"
Apa sih Companion Parts itu ?
Companion Parts adalah ternyata hanya sebuah rangkaian untuk memberikan tegangan bias untuk Gate mosfet seperti tipe IRF520 dll, yang sengaja dibikin/diproduksi untuk memudahkan pemasangannya sewaktu mengganti transistor final tx cb dengan mosfet.
Rangkaiannya sangat simple sekali hanya terdiri dari 2 buah Resistor dan 1 buah Dioda yang terintegrasi seperti sebuah IC.
Ada tiga jenis Companion Parts yang ada seperti gambar dibawah ini :
Untuk modifikasi yang sudah saya coba lakukan, ternyata yang cocok adalah rangkaian yang pertama atau tipe EN1230 untuk hampir semua radio cb lama yang beredar di Indonesia.
Untuk yang 2 tipe lagi seperti EN369DR dan EN369FN tidak cocok dipakai untuk radio2 cb lama yang beredar di Indonesia.
Alasan kenapa tipe ke 2 dan ke 3 tidak cocok bahkan IRF nya menjadi hangus terbakar ?
saya sudah mencobanya semua dengan hasil sbb :
Companion Parts :
- EN1230 : dengan tambahan Resistor 33K yang dipasang antara kaki + companoin parts ke tegangan standard untuk bias radio cb yaitu +8 Volts, kemudian saya ukur di kaki Gate IRF540 adalah sebesar 2.4 Volts, dengan power output tx 20 watts.
-EN369DR dan EN369FN terlalu tinggi tegangan bias yang dihasilkan, saya ukur di kaki Gate IRF sekitar 4 Volts, membuat beberapa mosfet IRF540 jebol/terbakar sewaktu saya mencoba mengaplikasikannya.
Akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa kalau mau memakai companion parts untuk mengganti transistor C1969 dengan mosfet seperti IRF520, 530, 540 untuk final tx radio cb yang cocok adalah rangkaian yang pertama saja EN1230 dengan resistor tambahan 33K yang dipasang antara +8 Volts dengan + companion parts.
Terakhir saya mencoba mengganti resistor 33K dengan 10K dengan tujuan supaya output power tx yang didapat lebih besar lagi.
Hasilnya ternyata output power tx naik sekitar 5 watts saja yang sebelumnya sekitar 15 watts sekarang menjadi sekitar 20 watts pada mode SSB atau LSB/USB.
Sebenarnya kita sebagai seorang homebrewer tidak harus berpatokan pada rangkaian seperti yang disebut "Companion Parts". banyak yang bisa kita lakukan dan hasilnyapun sama saja walaupun pakai rangkaian lain selain companions part seperti untuk pemberian tegangan bias Gate mosfet biasa kita lakukan dengan menggunakan ic regulator 7805 yang dilengkapai variable resistor untuk mengatur besar keluaran tegangnnya bahkan lebih leluasa mengatur tegangan biasnya mau berapa volt pun bisa.
Disini saya penasaran saja dengan komponen terintegrasi yang satu ini yang belakangan ini lagi ramai disebut companions parts.
Kita sebagai homebrewer dengan mudah dapat membuat sendiri companion parts ini, karena daftar komponennya memang tertera pada skematiknya.
Mungkin kalau dipandang dari segi kepraktisannya, boleh lah...companion parts ini lebih praktis dan hanya mempunyai 2 pin keluar.
Jadi tidak ada salahnya kita coba saja yuk....... :-)
Happy homebrewing
Minggu, 21 Oktober 2012
MEMBUAT SENDIRI VCO RADIO CB
Hallo rekan2 cb'er dan homebrewer, memenuhi pertanyaan dan permintaan dari rekan2 pengunjung setia blog RT ini yang diantaranya menanyakan cara membuat sendiri vco untuk radio cb, seperti untuk radio cb merk Superstar 2000, 2200,2400, HyGain 5, Lafayette 800, Colt 485, 320 dll.
Mudah2an sekarang tidak ada alasan lagi, radio cb yang kita cintai ini mangkrak sejak lama karena hanya menunggu spare part yang satu ini yaitu vco block yang tak kunjung kita dapatkan karena sukar kalau untuk mendapatkan yang aslinya kecuali dapat kanibalan dari radio cb lainnya.
Pada kesempatan ini saya ingin mensharing hasil ngoprek saya dalam merakit sendiri vco untuk radio cb yang cocok diterapkan untuk berbagai merk radio cb yang sudah beredar di kalangan kita.
Dengan harapan setelah kita merakit rangkaian blok vco seperti skematik diatas akan bisa menghidupkan lagi radio cb kita yang sudah lama mati.
Sebenarnya blok vco jarang rusak kecuali mungkin kena short circuit langsung pada kaki2 vco tsb yang mengakibatkan sebuah dioda varactor dalam blok vco ini rusak.
Karena blok vco ini sudah dalam keadaan di cor/dilem dari pabrik si pembuatnya, maka apabila dioda varactornya rusak maka sukar untuk menggantinya.
Apabila kita bongkar dengan cara memahatnya sedikit demi sedikit untuk menemukan dioda varactornya, kemungkinannya hanya sedikit saja berhasil.
Karena sebagian besar untuk mengekpose bagian dalam vco hanya untuk mengganti sebuah dioda varactornya gagal, malahan terkadang jadi pecah sebagian atau bahkan bisa pecah semua. Terlebih lagi yang paling parah yang pecah itu malah lilitan vco nya.
Nah...kalau sudah begini, rasanya ingin melemparkan saja jauh2 blok vco yang sudah pecah ini hehehe :-D
Sekarang jangan berputus asa dengan kejadian ini, karena masih bisa digantikan dengan blok vco rakitan kita sendiri.
Saya sudah 2 kali merakit blok vco ini dengan hasil yang persis sama dengan memakai blok vco aslinya.
Cuma memang ada sedikit kendala dengan dioda varactor yang agak sukar juga didapat di pasaran.
Saya mendapatkan dioda varactor tsb dapat lepasan dari rongsokan radio yang sudah nggak terpakai lagi.
Bagi rekan2 yang mempunyai kasus sama dengan saya yang mempunyai radio cb dan blok vco nya sudah rusak, sehingga radio cb tsb sudah lama mangkrak, mungkin ini nerupakan sebuah solusi yang mudah2an bermanfaat bagi anda.
Blok VCO rakitan sendiri ini juga sama seperti aslinya yaitu harus mempunyai 5 pin yang keluar untuk di hubungkan pada lubang di pcb blok vco bekas vco aslinya berada.
Selamat mencoba
Happy homebrewing
Jumat, 04 Mei 2012
MODIFIKASI AUDIO SSB SUPERSTAR 2000, 2200, 2400
Langsung saja yah...begini caranya :
Pertama, buka cover atas dan bawah dari Radio SS 2200 ini.
Kedua, cari lokasi IC Balance Modulator AN612 (IC4)
Perhatikan Pin No.1 dari IC AN612 ini, ada capasitor tantalum/elco (C91), 0,22uF/50V atau terkadang 0,47uF/50V, yang salah satu kaki dari capasitor ini (+) nyambung ke Pin No.1 dari IC AN612. Kemudian kaki capasitor lainnya (-) tersambung ke Resistor 1K (R67) dan kaki R67 yang lain tersambung ke kaki tengah dari Resistor Variable (RV6) 500 Ohm, kaki RV6 yang lain nyambung ke ground, dan kaki RV6 yang lain lagi nyambung ke R152, 2K7 melalui layer PCB atas.
Selanjutnya kaki dari R152 yang lain nyambung ke out put IC Audio Pin No.1 (IC6) melalui sebuah capasitor dulu C162, 470uF/16V.
Dengan memperhatikan jalur2 PCB tersebut kita sekarang sudah mengerti dari mana asalnya/sumber audio untuk sistim modulasi pada mode SSB.
Perhatikan pada gambar layout komponen Superstar 2200 ini, untuk lokasi IC Balance Modulator AN612 yaitu IC4 kemudian RV6 dan IC Audio yaitu IC6.
![]() |
| Skematik Super Star 2000, 2200, 2400, Hy Gain V dan Radio CB lainnya yang mempunyai kode pada PCBnya PTBM 131 A4X Untuk mendapatkan hasil gambar skematik yang tidak pecah sewaktu dibesarkan klik pada DOWNLOAD di bawah ini DOWNLOAD SKEMATIK SUPER STAR 2000,2200,2400 |
Objectives :
Dengan mempelajari dan mengetahui seputar modifikasi ini, kita diharapkan bisa melakukan modifikasi radio cb kita sendiri, tidak dimodifikasikan lagi oleh orang lain. setuju ?
Supaya hasil audio pada mode SSB bagus keluarannya atau didengar lawan bicara kita bagus, tidak cempreng seperti kebanyakan audio aslinya, atau seperti kumur2 kedengarannya.
Caranya jangan pakai lagi sumber audio untuk modulasi dari aslinya yang ada di dalam radio ini yaitu dari IC audio atau IC6.
Fungsi dari IC6 ini tetap terpakai untuk audio penerimaan dan untuk modulator pada mode AM saja.
Sedangkan untuk memodulasi SSB atau USB/LSB, kita ambil sumber audio/modulator dari luar saja. Satu tingkat Pre Amp Mic saja sudah cukup. Atau kalau mau lebih bagus lagi Pre Amp Mic nya dilengkapi dengan Tone Control.
Untuk Pre Amp Mic yang bagus yang biasa saya rakit dan cocok untuk berbagai jenis radio, cocok juga untuk dipakai pada output tx yang besar dengan tanpa kemasukan RF.
Soalnya menurut pengalaman dalam merakit berbagai Pre Amp Mic sebelum menemukan rangkain Pre Amp Mic yang ini, biasanya semua jenis rangkaian Pre Amp Mic itu bisa dipakai pada radio, artinya tidak kemasukan RF dari tx nya pada output power tx rendah, misal 5 - 10 watts tapi setelah dipakai di radio yang lebih tinggi output tx nya hasilnya jadi nggak karuan.
Sekarang kita kembali lagi pada pembahasan sekitar modifikasi audio untuk SSB pada Superstar 2200, jadi hampir lupa nih...
Oh...ya...cari letak Resistor R67 (1K), kalau sudah ketemu lepas bagian kakinya dengan disolder sebelah saja yang nyambung ke capasitor/elco C91 (0,22uF/16V).
Sekarang bekas kaki R67 pada bagian jalur PCB yang nyambung ke capasitor C91, solderkan sedikit kabel pada titik tersebut dan jumper langsung ke Pin Mic No.1.
![]() |
| Kabel warna putih adalah kabel jumper dari kapasitor input IC Ballance Modulator C91 ke TP 16 pada Radio CB Superstar 2000, 2200, 2400 |
Tips : supaya tidak kelihatan langsung jumperan tadi, jangan disolderkan langsung di Pin Mic No1 tapi solderkan saja di TP16, hasilnya sama saja TP16 ini menuju ke Pin Mic No.1 juga, cuma lebih manis saja kelihatannya dan jarak kabel jumperannya lebih pendek, apalagi lewat sebelah atas PCB, sambil diumpet-umpetin pakai kabel telanjang satu lembar, biar orang lain jadi bingung gimana cara memodifikasinya dan susah ditiru padahal cukup mudah kan...he..he;-)
Nah...Modifikasi untuk audio SSB pada radio sudah selesai. sekarang buat cukup satu tingkat saja Pre Amp Mic diluar. Usahakan dengan PCB yang kecil dan dapat dimasukkan ke dalam kotak PTT dengan Mic condenser lebih bagus dan dipasang Variabel Resistor untuk mengatur volume audio nantinya.
Saya sangat merekomendasikan skema Pre Amp Mic di bawah ini, karena sudah terbukti sangat bagus sekali.
|
|
| Skematik Pre Amp Mic
|
Pasang resistor 2k2 ini pada pin no.3 di socket mic radio cb Superstar 2000, 2200, 2400, dan kaki resistor yang lain sambung ke +13,8v, ambil dari saklar on/off yang bersatu dengan potensiometer volume radio, supaya jaraknya dekat. Pastikan solderkan di kaki saklar yang nyambung dengan tegangan +13.8v pada saat radio di on kan, dan pada saat radio off maka tegangan yang diambil untuk pre amp mic juga ikut mati.
Pasang relay kecil tambahan 1 induk yang berfungsi untuk memutus/menyambungkan audio out dari pre amp mic yang kita buat tadi, dengan cara menyambungkan pin no.1 pada soket mic disambung ke pin relay NO : Normally Open, kemudian pin induk/common nya disambung ke in mic radio cb. Kenapa audio out dari pre amp mic ini harus diputus/disambungkan dengan relay ? Jawabannya : supaya tidak terdengar bunyi feedback/storing pada waktu receive.
Untuk tegangan relay tambahan 1 induk ini dengan cara mempararellkan nya dengan relay yang sudah ada bawaan nya pabrik radio cb.
Pasang relay kecil tambahan 1 induk yang berfungsi untuk memutus/menyambungkan audio out dari pre amp mic yang kita buat tadi, dengan cara menyambungkan pin no.1 pada soket mic disambung ke pin relay NO : Normally Open, kemudian pin induk/common nya disambung ke in mic radio cb. Kenapa audio out dari pre amp mic ini harus diputus/disambungkan dengan relay ? Jawabannya : supaya tidak terdengar bunyi feedback/storing pada waktu receive.
Untuk tegangan relay tambahan 1 induk ini dengan cara mempararellkan nya dengan relay yang sudah ada bawaan nya pabrik radio cb.
Nah...selesai sudah tentang seputar modifikasi audio Radio CB Superstar 2000, 2200, 2400 ini dengan harapan sekarang audio/modulasinya berubah seperti Kenwood TS430S.
Jadi Superstar 2200 rasa Kenwood TS430S he..he..he :-D
Untuk modifikasi radio cb lain selain type Superstar 2000, 2200, 2400 pada prinsipnya sama saja bisa dilakukan.
Untuk modifikasi radio cb lain selain type Superstar 2000, 2200, 2400 pada prinsipnya sama saja bisa dilakukan.
Disclaimer :
Admin Radio Tengkorak tidak bertanggung jawab atas segala hal kerusakan yang timbul karena diakibatkan oleh perbuatan modifikasi anda. Informasi ini hanya sebatas ilmu pengetahuan saja bagaimana cara merusak radio cb anda, eh...salah :-D maksudnya bagaimana cara memodifikasi audio radio cb anda.
Kalau tidak berani menanggung resiko jangan coba2 melakukan modifikasi, karena radio anda akan jadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya he..he..he
Admin Radio Tengkorak tidak bertanggung jawab atas segala hal kerusakan yang timbul karena diakibatkan oleh perbuatan modifikasi anda. Informasi ini hanya sebatas ilmu pengetahuan saja bagaimana cara merusak radio cb anda, eh...salah :-D maksudnya bagaimana cara memodifikasi audio radio cb anda.
Kalau tidak berani menanggung resiko jangan coba2 melakukan modifikasi, karena radio anda akan jadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya he..he..he
Selamat mencoba dan sukses
Langganan:
Postingan (Atom)




...












































