.

.

Jumat, 07 Desember 2012

MODIFIKASI TRANCEIVER YAESU FT 180 A



Hallo rekan2 cber/homebrewer pengunjung setia blog RT, atas permintaan beberapa rekan maka pada kesempatan ini saya akan menulis artikel tentang modifikasi Yaesu FT180A.

Mudah2an saya bisa mengupas tuntas mengenai cara memodifikasi radio Yaesu FT180A ini ke band lain.

Langsung saja pada sasarannya sbb :

Silahkan lihat gambar dibawah berikut ini






RF Unit Yaesu FT180A, untuk operasi normal (simplex), lakukan jumper seperti pada gambar 
Dari gambar diatas terlihat untuk jumper LPF adalah Ch 6 dijumper ke LPF untuk frekwensi 11.1MHz s/d 18.0MHz (tanda lingkaran warna biru), tapi transformer BPF belum dipasang di Ch 6, sedangkan pada Ch 1 sudah terpasang sepasang transformer BPF bawaan aslinya dari Yaesu FT180A bekas channel emergency. lilitannya bisa dirubah/dililit ulang untuk dipakai modif ke frekwensi lain.


Gambar diatas adalah RF Unit Yaesu FT180A yang akan anda temukan apabila kita buka cover atas radio.

Pada unit inilah sebenarnya yang paling banyak dilakukan  perubahan seperti melakukan jumper RX Band, TX Band, LPF dan kita harus membuat lilitan transformer BPF nya.

Secara default radio FT180A ini menyediakan 3 channel untuk operasi duplex jika diperlukan yaitu dengan sengaja menyediakan titik2 jumper pada TX Band di ch 1 - 3 (jumper sebelah kiri pada gambar diatas) dan pada RX band di ch 4 - 6 (jumper sebelah kanan pada gambar).
Untuk operasi normal atau frekwensi RX sama dengan frekwensi TX atau disebut juga Simplex, lakukan jumper seperti pada gambar diatas.

Lakukan penjumperan seperti diatas walaupun anda tidak menggunakan semua channel, ini hanya untuk jaga2 dikemudian hari saja siapa tahu anda akan  menggunakan ke enam channelnya.

Pada gambar diatas terlihat CH1 - A dan CH1 - B sudah terisi transformer BPF pada Channel 1. Biasanya memang kalau kita mendapatkan radio ini yang masih asli belum dimodif, minimal ada satu channel yang sudah terisi transformer BPF untuk Channel Emergency biasanya di channel 1 default dari pabriknya.
Dan jika diperlukan channel 1 ini bisa kita rubah lilitan kedua transformernya sesuai dengan frekwensi kerja yang kita perlukan.

Untuk membatasi supaya artikelnya tidak terlalu panjang, maka akan saya ambil salah satu contoh saja yaitu Modifikasi Yaesu FT180A ke 11.410MHz s/d 11.435MHz dengan Oscilator X'tal 6 Channel.

Untuk ke frekwensi lain pada dasarnya sama saja tinggal mengganti lilitan transformer BPF, merubah jumper LPF dan untuk oscilatornya bisa menggunakan VFO, VXO, PLL, FLL dll.

Pada RF Unit hanya terdapat 12 transformer BPF untuk 6 channel, yang terdiri dari 6 channel di tanda A pada gambar diatas dan 6 channel di tanda B pada gambar diatas.

Tujuan saya menandai CH1 - CH6 di A dan CH1 - CH6 di B untuk memudahkan mengindentifikasi dalam pembahasan berikutnya untuk cara membuat lilitannya BPF nya, biar nggak ketukar.

Memang saya akui agak sedikit bingung yang saya rasakan ketika pertama kali memodifikasi FT180A ini, terutama cara membuat lilitan/cara melilit kawat untuk BPF nya.
Karena kenyataannya antara skematik dan susunan kaki BPF pada pcb nya berbeda.

Nah...untuk membantu anda supaya tidak membingungkan dalam membuat transformer BPF nya, gambar berikut dibawah ini adalah cara melilit transformer BPF dan susunan kakinya yang berlaku pada pcb RF unit Yaesu FT180A.



Keterangan Lilitan BPF untuk 11.400 - 11.500MHz
Lilitan dibuat pada transformer IF 10.7MHz dengan ukuran kawat yang sama 




FREQ. RANGE
MODIFICATION
KIT NO.
FREQUENCY
RANGE
TRANSFORMER
TO 02 s/d TO 13
CAPACITOR
C21 s/d C26
C53 s/d C58
DATA TRANSFORMER
02 s/d 13
D3000116
1.5 – 2.0 MHz
L0020 973
2X
Dipped mica 50WV
 180 pF 2X



Layer 1 = 3 Turn
Layer 2 = 30 Turn
Layer 3 = 25 Turn
D3000117
2.0 – 2.5 MHz
L0020 973
2X
Ceramic (NPO) 50WV
100 pF 2X
D3000118
2.5 – 3.0 MHz
L0020 973
2X
Ceramic (NPO) 50WV
68 pF 2X
D3000119
3.0 – 3.5 MHz
L0020 974
2X
Ceramic (NPO) 50WV
150 pF 2X



Layer 1 = 3 Turn
Layer 2 = 16 Turn
Layer 3 = 11 Turn
D3000120
3.5 – 4.8 MHz
L0020 974
2X
Ceramic (NPO) 50WV
82 pF 2X
D3000121
4.8 – 5.0 MHz
L0020 974
2X
Ceramic (NPO) 50WV
68 pF 2X
D3000122
5.0 – 6.0 MHz
L0020 975
2X
Cerramic (NPO) 50WV
68 pF 2X

Layer 1 = 2 Turn
Layer 2 = 13 Turn
Layer 3 = 9 Turn
D3000123
6.0 – 7.0 MHz
L0020 975
2X
Ceramic (NPO) 50WV
39 pF 2X
D3000124
7.0 – 8.0 MHz
L0020 976
2X
Ceramic (NPO) 50WV
68 pF 2X

Layer 1 = 2 Turn
Layer 2 = 10 Turn
Layer 3 = 7 Turn
D3000125
8.0 – 9.0 MHz
L0020 976
2X
Ceramic (NPO) 50WV
47 pF 2X
D3000126
9.0 – 9.7 MHz
L0020 977
2X
Ceramic (NPO) 50WV
39 pF 2X




Layer 1 = 2 Turn
Layer 2 = 8 Turn
Layer 3 = 6 Turn
D3000127
11.7 – 14.0 MHz
L0020 977
2X
Ceramic (NPO) 50WV
22 pF 2X
D3000128
14.0 - 17.0 MHz
L0020 977
2X
Ceramic (NPO) 50WV
10 pF 2X
D3000129
17.0 – 18.0 MHZ
L0020 977
2X
Ceramic (NPO) 50WV
7 pF 2X



Untuk modif ke band lainnya silahkan lihat daftar lilitan coil BPF beserta ukuran capacitornya pada tabel diatas.

Semua penjelasan diatas anggap saja sebagai pendahuluan dan untuk lebih jelasnya lagi, saya akan ulangi lagi dari awal sekali untuk modifikasi Yaesu FT180A ke 11.410 s/d 11.435MHz 6 channel dengan oscilator X'tal sebagai contoh.

Biar bisa bekerja pada 11.400MHz - 11.500MHz, maka kita harus buat lilitan BPF untuk frekwensi tsb, seperti keterangan pada gambar diatas.

Perhatikan susunan kaki2 pada trafo BPF tsb karena kenyatannya antara skematik dan di pcb berbeda.
Sebagai bahan panduan untuk anda cara melilitkan kawat dan menempatkan  pada kaki2 trafo BPF silahkan perhatikan pada gambar diatas.

Misalkan anda mau modif radio ini ke 11MHz, maka anda harus menentukan dulu channel berapa yang mau dipakai untuk menempatkan BPF nya yg sudah kita buat tadi untuk 11MHz.

Pengalaman saya pertama kali memodif radio ini, saya buat BPF nya sebanyak 12 buah trafo BPF.
dengan tujuan saya pada waktu itu biar bisa bekerja untuk 6 channel di 11.410, 11.415, 11.420, 11.425, 11.430 dan 11.435Mhz.
Jadi masing2 channel dari jumlah 6 channel yang tersedia terisi penuh dengan trafo BPF.

Cara tersebut sebenarnya tidak keliru cuma nggak praktis dan ekonomis saja. Selain banyak menyita waktu kita hanya untuk melilit BPF sebanyak 12 trafo untuk frekwensi yang sama hehehehe.
Lagian kerugiannya karena ke 6 channelnya sudah habis terpakai jadi nggak bisa lagi dikembangkan/ditambah lagi untuk band lain, seperti 80 meters dan 40 meters untuk selanjutnya.

Nah...sekarang bagaimana supaya cukup memakai 1 channel saja untuk modif ke 11MHz. Boleh dipakai channel 1, channel 2 atau...terserah anda di cahannel mana saja.
Yang terpenting nanti jangan sampai keliru sewaktu menjumper LPF nya, harus sesuai dengan channel yang dipakai.

Misal kalau kita memakai channel 6, maka pada jumper LPF titik channel 6 yang dijumper ke titik LPF 11.1MHz - 18.0MHz atau titik LPF paling akhir pada pcb RF Unit.
Demikian pula berlaku sama untuk channel lainnya dan pastikan pula jumper RX band dan TX band sudah dilakukan supaya signal/carriernya sampai ke titik LPF, tidak terputus ditengah jalan.

Untuk menggunakan 1 channel saja tapi bisa bekerja untuk 6 channel di 11MHz misal dari 11.410MHz sampai 11.435MHz, maka kita harus melakukan penjumperan lagi, untuk tegangan continue +8Volts ke trafo BPF yang akan digunakan, yang sebelumnya tegangan ini kita dapatkan melalui saklar rotary channel.

Jadi sebelumnya gantian setiap channelnya mendapat tegangan continue +8Volts sesuai saklar rotary channelnya apabila diputar ke arah nomer channelnya.

Misal kalau saklar rotary channel diputar menunjuk channel nomer 6, maka hanya jalur channel ini saja yang trafo BPF, serta X'tal untuk channel 6 saja yang mendapatkan tegangan +8Volts dalam artian hanya channel 6 ini saja yang sedang aktif bisa tx maupun rx, sedangkan channel lainnya posisi off, karena tidak mendapatkan tegangan 8V ke trafo BPF dan X'talnya.

Untuk modif yang pakai xtal 6 channel, dalam melakukan penjumperan tegangan continue +8Volts berlaku atau ditujukan khusus untuk BPF nya saja, sedangkan untuk oscilator xtalnya harus mengikuti perputaran saklar rotary channel karena setiap channel terisi frekwensi yang berbeda dari 11.410MHz sampai 11.435MHz supaya frekwensinya tetap berubah sesuai nomer channelnya. Jadi tidak diperlukan penjumperan, biarkan seperti aslinya saja.

Oleh karena itu maka kita hanya perlu menjumper Resistor pada BPF tanda A pada gambar diatas R15 s/d R20 dan juga resistor pada BPF tanda B pada gambar diatas R44 s/d R49 langsung ke tegangan continue +8Volts yang bisa kita dapatkan dengan cara menjumpernya dengan kabel kecil saja ke  soket yang ada tanda +8V pada J08 pin nomer 1. Tapi sebelumnya anda harus potong dulu sedikit jalur pcb yang datang dari arah soket untuk saklar rotary channel.

Potongnya dekat kaki resistornya saja biar kelihatan rapi atau kalau anda merasa sayang untuk memotong jalur pcb tsb, angkat saja sebelah kaki resistor tsb dan solderkan kabel lalu jumper ke J08 pin nomer 1 yaitu +8Volts continue.

Dengan kita melakukan jumper seperti ini tujuannya adalah sekarang walaupun saklar rotary channel kita putar dari ch 1 sampai ch 6 tidak akan berpengaruh pada pemilihan BPF nya. Tetap saja yang akan bekerja adalah sepasang BPF yang dipasang di channel 6 tadi (seperti contoh). sedangkan xtalnya berubah sesuai channel.

O'ya...untuk penjumperan tegangan +8Volts ini ke BPF tidak semua resistor R15 s/d R20 dan R44 s/d R49 dijumper. Tapi lakukan pada channel yang akan dipakai saja.

Seperti contoh : Kalau kita akan menggunakan ch 6 saja, yang sebelumnya sudah kita isi dulu dengan sepasang BPF di tanda A dan tanda B, maka resistor yang harus dijumper adalah R20 dan R49 saja. karena resistor ini untuk BPF channel 6.

Dengan demikian kita hanya perlu membuat sepasang trafo BPF saja atau hanya 2 buah saja, kemudian kita pasangkan di ch 6 tanda A dan ch 6 tanda B pada keterangan gambar diatas sebelumnya, jangan sampai kebalik trafo BPF untuk A dan untuk B.

Sebenarnya saya juga buat trafo BPF yang bisa dipasang baik di A maupun di B. Nanti berikutnya akan saya kupas juga.

PEMASANGAN X'TAL DAN MODIF CLARIFIER
Setelah semua pekerjaan modif diatas kita kerjakan...sekarang tiba saatnya memasang xtal pada X'tal Oscilator Unit serta perlu juga melakukan modifikasi clarifiernya.



X'tal Oscilator Unit Yaesu FT180A
Untuk bekerja di 11.410MHz s/d 11.435MHz X'tal yang dipasang adalah 22.1184MHz

Skematik X'tal Osc Unit Yaesu FT180A


Pada gambar diatas terlihat 6 buah xtal 22.1184MHz terpasang disetiap channel pada X'tal Oscilator Unit.Semua xtal diatas baru asal pasang saja belum dilakukan adjusment biar tepat frekwensi yang diinginkan untuk setiap channelnya.

ADJUSMENT FREKWENSI X'TAL
Untuk adjusment setiap Trimer Capacitor atau TC sbb :
Tepatkan dahulu clarifier atau potensiometer CLAR tepat pada arah jam 12, kemudian adjust trimer capacitor channel masing2 sesuai frekwensi yang kita inginkan.

Misal Ch 1 frekwensinya harus di adjust/dituning pada 11.410MHz., dengan bantuan radio lain/radio allband pada frekwensi yang diinginkan.

Contoh : Putar TC01 untuk Ch 1, sampai pas terdengar jelas atau suara feedback yang pas terdengar di radio bantuan tadi. Demikian juga berlaku cara yang sama untuk Ch lainnya sampai channel terakhir atau Ch 6.

Memang pada kenyataannya tidak semudah teori diatas untuk mendapatkan frekwensi yang diinginkan pada setiap channelnya.

Kenyataan yang terjadi untuk mendapatkan frekwensi 11.410MHz atau pada Ch 1, ternyata menurut pengalaman saya harus membuang TC01=10pF, dan menggantinya dengan sebuah coil yang dililit sekitar 10 - 20 lilit pada koker berinti ferit ukuran 5mm (bisa pakai picnic coil) dengan ukuran kawat 0.1mm atau sebesar kawatnya trafo IF atau boleh di coba2 lilitannya sampai resonan pada 11.410MHz, kalau inti feritnya diputar sebagai pengganti TC01.
Rubah jumlah lilitannya kalau dirasa kurang pas bekerja pada 11.410MHz.

Kemudian setelah frekwensi 11.410MHz sudah kita dapatkan tepat bekerja di 11.410MHz pada Ch 1, selanjutnya kita pindahkan saklar rotary channel pada Ch 2.

Untuk frekwensi 11.415MHz pada Ch 2 coba dulu putar TC02=10pF sampai pas terdengar di radio bantuan pada frekwensi yang sama. Kalau belum tepat atau dirasa kurang zerobeat dan belum juga tercapai frekwensinya walaupun kita sudah merubah capasitor pararelnya C04=30pF dengan cara menguranginya  atau memperbesar sedikit ukurannya dari 30pF, tapi jangan merubah clarifier atau CLAR tetapkan saja pada arah jam 12 biar sama hasilnya disetiap channel.
Coba lakukan hal sang sama dengan mengganti TC02 dengan sebuah coil berinti ferit untuk mengadjusnya seperti sebelumnya untuk 11.410MHz.

Apabila frekwensi 11.415MHz pada channel 2 sudah kita dapatkan dengan pas, sekarang tiba saatnya kita pindah ke channel berikutnya yaitu channel 3 harus bekerja pada 11.420MHz.

Biasanya untuk mendapatkan frekwensi 11.420MHz pada Ch 3 ini sanagat mudah tanpa harus merubah/menambahkan coil. Cukup seperti rangkaian yang sudah ada seperti aslinya. Tinggal putar saja TC03 akan langsung kita dapatkan dengan mudah frekwensinya pada 11.420MHz.

Demikian pula untuk Ch 4 atau frekwensi 11.425Mhz akan mudah juga kita dapatkan frekwensinya, dengan memutar TC04, jadi sama seperti pada Ch 3 diatas tidak perlu melakukan perubahan apapun, ya...kalaupun mungkin kurang pas buang saja/lepas capacitor C08, silahkan di coba2 saja.

Nah...untuk Ch 5 dan Ch 6 atau 11.430MHz dan 11.435MHz, buang capasitor 30pF yang pararel dengan masing2 TCnya yaitu TC05 dan TC06.

Dan khusus untuk Ch 6 biasanya kita bisa dapatkan frekwensi 11.435MHz, tapi tidak stabil, suka hilang2 dan beberapa kali kita harus mengulangi mengadjusnya lagi.

Untuk memecahkan masalah tersebut supaya stabil maka xtal 22.1184MHz untuk Ch 6 atau frekwensi 11.435MHz ini harus dipararel, jadi harus menggunakan 2 buah xtal 22.1184MHz.
Xtal pararelannya boleh dipasang dibawah pcbnya.

Demikian pula terkadang untuk Ch 5 atau 11.430MHz kurang stabil juga, maka apabila anda menemui masalah seperti ini, pararelkan juga xtalnya.

Jadi persiapan jumlah xtal yang kita perlukan untuk modif ini perlu 8 buah xtal.
Ch1=1 xtal, Ch2=1xtal, Ch3=1xtal, Ch4=2xtal dan Ch5=2xtal. Setiap xtal nilainya sama 22.1184MHz, karena Yaesu FT180A ini memakai X'tal Filter 10.7MHz.

Setelah semua adjusment/tuning untuk masing2 frekwensi/channel kita selesai, sekarang kita lakukan modifikasi untuk clarifiernya atau CLAR, pada unit X'tal Osc Unit ini.

MODIF CLARIFIER


Cara Modifikasi Clarifier atau CLAR supaya berfungsi baik RX maupun TX


Caranya sbb :
Kalau anda melihat skema dari X'TAL OSC UNIT ini, maka akan terlihat untuk rangkaian clarifiernya secara default dari pabriknya, pada saat tx potensiometer CLAR tidak berfungsi walaupun di putar2, karena pada waktu tx tegangan TX 8V masuk kerangkaian clarifier untuk tx tanpa melalui potensiometer CLAR yang knobnya di cover depan radio, dan tegangan TX 8V ini keluar pada saat tx saja.

Pada saat rx, tegangan RX 8V masuk ke rangkaian clarifier rx yang tegangannya bisa diatur/dirubah dengan memutar potensiometer CLAR

Jadi kesimpulannya CLAR hanya berfungsi pada saat RX saja secara default dari pabriknya.

Sekarang bagaimana caranya supaya CLAR tsb bisa berfungsi pada RX maupun TX ?
Caranya cukup mudah tinggal memotong 2 buah kabel saja yang berwarna MERAH untuk TX 8V dan yang berwatna Orange untuk RX 8V (atau lihat skema X'tal Osc Unit) dan warna kabel yang saya sebutkan bisa dilihat langsung di pcb X'tal Osc Unit nya.

Setelah kedua kabel tadi kita potong, kemudian solderkan sedikit kabel kecil saja pada titik RX 8V yang sudah dipotong tadi dan ujung kabel yang lainnya solderkan ke titik 8V continue.

Untuk mendapatkan tegangan 8V continue bisa diambil di titik 8V atau pada ujung R20 dengan C19 pada pcb yang sama untuk X'tal Osc Unit (lihat skema).

Bekas titik TX 8V yang sudah dipotong tadi biarkan saja karena nggak dipergunakan lagi.
Selesai sudah untuk cara modif CLAR nya.

Rasanya sudah selesai bahasan kita tentang modif Yaesu FT180A ke 11.410MHz - 11.435MHz dengan Xta'l Oscilator.

ADJUSMENT COIL BPF
Sudah merupakan keharusan apabila kita sudah menyelesaikan modif apalagi ada hubungannya dengan lilitan/coil yang sudah kita buat seperti coil BPF, maka harus dilakukan adjusment/tuning  dengan memutar inti feritnya dari coil tersebut.

Setelah semua langkah2 modif sudah lengkap dilakukan, sekarang tiba satnya untuk proses adjusment.

Untuk keterangan lengkap proses cara adjusment ini sudah  tersedia di buku manualnya.
saya hanya akan menerangkan sedikit saja sbb :

Setelah proses tuning xtal untuk setiap channel selesai dilakukan, sekarang kita fokus pada receive/rx dulu dengan cara :

Setelah antenna dipasang di soketnya, coba temukan rekan2 yang sedang berkomunikasi di salah satu channel yang sedang ada penghuninya, kemudian putar inti ferit coil BPF secara bergantian, coil BPF - A dan coil BPF - B sampai jarum indikator S meter menunjuk paling besar signalnya ke kanan dan akan disertai pula dengan besarnya audio yang terdengar di speaker radio.

Kemudian sekarang coba transmit, untuk mengadjust coil BPF pada waktu transmit/tx biar akurat proses penyetelan coil BPF nya jangan menekan PTT Mic dulu, tapi tekan kebawah ke posisi CALL saklar FUNCTION - CALIB - CALL dan akan terdengar nada tone pada speaker radio.

Nada tone ini untuk keperluan adjusment/tuning pada waktu transmit/tx sebagai pengganti audio mudulasi, jadi hasil tuningnya akan lebih akurat daripada menggunakan audio untuk modulasi dari suara manusia lewat microphone yang tidak tetap levelnya pada mode ssb.

Ketika kita menekan saklar ke posisi CALL sambil menahannya, putar inti ferit coil BPF di A maupun di B secara bergantian, sambil memperhatikan jarum indikator power output tx atau PO yang paling besar menunjuk ke arah kanan. atau lebih baik pakai PO/SWR meter yang dipasang di antara out radio dan dummy load atau antenna.
Untuk proses tuning tx dan rx selanjutnya silahkan dipelajari sendiri pada buku manual FT180A.


MENGGANTI X'TAL DENGAN PLL/FLL/DDS DLL


Cara menginjeksikan PLL/FLL dll.


Apabila anda mau mengganti xtal dengan rangkaian lain seperti PLL/FLL dll, caranya output dari PLL/FLL tsb tinggal di injeksikan saja di kaki basis transistor Q01 pada X'tal Osc unit seperti pada skematik diatas yang sebelumnya harus anda potong dulu jalur pcbnya yang menuju ke dioda switch channel D01 s/d D06 (lihat skematik diatas)

Rangkaian PLL yang menggunakan ic TC9122 yang sudah saya posting beberapa waktu lalu juga bisa dipergunakan disini, atau silahkan bisa juga anda menggunakan rangkaian PLL/FLL/DDS lainnya.


Silahkan klik link dibawah ini untuk PLL denagn TC9122
PLL UNTUK 11MHz DENGAN TC9122



PLL untuk 11MHz dengan TC9122


DDS


Berbagai macam DDS yang bisa dipergunakan


Atau bisa juga menggunakan rangkaian HXO atau campuran antara frekwensi VFO dengan X'tal Oscilator. Silahkan klik link dibawah ini
OSCILATOR 3 BAND 80, 40, 26 METERS UNTUK YAESU FT180A DLL



HXO 26, 40, 80 Meters Band

Skematik diatas sebenarnya saduran dari skematiknya X'tal Osc Unit Yaesu FT180A yang kemudian saya modif sedikit dengan menambahkan rangkaian Ballance Dioda Mixer untuk mencampur antara frekwensi dari VFO dan X'tal Oscilator.
VFO bisa menggunakan bekas/lepasan VFO radio Kenwood TS120S atau TS130S atau bahkan bisa juga menggunakan VFO buatan sendiri.

COIL BPF VERSI LAIN
Sebelum saya mengakhiri pembahasan sesi terakhir ini, seperti yang sudah saya janjikan diatas bahwa saya akan mengupas juga tentang cara membuat lilitan coil BPF yang pemasangannya boleh terbalik, jadi bisa dipasang di tanda BPF - A maupun di B, bolak balik boleh.

Saya coba membuat coil BPF versi lain, yang dibuat pada koker bobin 5mm dengan ukuran kawat sama seperti ukuran kawatnya trafo IF 10.7MHz. Tetapi saya buat antara kaki B - A saya jumper dengan selembar serabut kabel kecil, jadi tidak ada lilitannya.

Untuk lebih jelasnya biarkanlah gambar berikut yang akan berbicara dan menjelaskan pada anda.


Coil BPF untuk 11MHz yang dililit pada koker bobin 5mm


Coil BPF ini pada pemasangnnya boleh tertukar bisa di BPF tanda A pada gambar RF Unit diatas atau bisa juga di B.
Namun apabila kita memperhatikan skematik RF Unit, kalau coil BPF yang dipasang di tanda B, bagian lilitan sekundenya atau D - E memang tidak difungsikan. lilitan bagian sekunder D - E hanya berfungsi kalau dipasang di tanda A saja (lihat skematik RF Unit).

Tapi tetap saja dibuat lilitan bagian sekunder atau D - E coil BPF ini walaupun mau dipasang di B, tujuannya biar kebalikpun tidak masalah. jadi kita menyimpan stok coil BPF ini bisa bebas bercampur, dan dalam pemasangnnya pada pcb tempat coil BPF bebas saja tidak usah berfikir mana yang harus dipasang di A dan mana yang harus dipasang di B :-)

Pada beberapa modif yang saya lakukan untuk FT180A ke 11MHz ini, coil BPF inilah yang selalu saya pakai.

Tamatlah...riwayatnya sampai disini dulu

Selamat mencoba and happy homebrewing.

40 komentar:

  1. Selamat sore om....mau tanya seputar modifikasi FT 180A....kalau mau dikerjakan di satu band saja misal 80m , bisa tidak hanya menggunakan VFO saja yg di inputkan ke basis Q01......terima kasih sebelumnya.

    BalasHapus
  2. Selamat sore kembali Om Iwan,
    Terimakasih dulu nih atas kunjungannya di blog RT dan juga komentarnya.

    Owh...bisa sekali om Iwan untuk modif ke 80M dengan VFO yang diinputkan ke Q01 seperti pada gambar.

    Kalau mau pakai VFO tidak perlu ada jumper R di coil BPF ke 8V pada J08 pin 1. biarkan seperti originalnya saja.

    Rumus untuk perhitungan frekwensi VFO nya adalah Frek IF (10.7MHz) + frekwensi kerja, karena frekwensi IF Yaesu FT180A adalah 10.7MHz.

    Kalau mau bikin VFO saya sarankan jangan melebihi 6MHz untuk menjaga kestabilan frekwensinya.

    Referensi dari radio pabrikan seperti Yaesu, Kenwood dll, standard mereka untuk frekwensi VFO ini tidak melebihi 6MHz. Biasanya mereka bikin VFO yang bekerja dari 5.5MHz s/d 6MHz.

    Kalu kita perlu frekwensi VFO yang bekerja diatas 6MHz lebih baik dengan cara mencampurnya dengan oscilator xtal atau jadi sitim HXO seperti skematik yang sudah saya posting diatas untuk 3 band.

    Kalau pakai VFO dengan frekwensi out 5.5MHz - 6MHz maka frekwensi xtalnya 12.200MHz biar bisa bekerja dari 3.5MHz - 4MHz.

    Untuk fremwensi VFO silahkan Om Iwan bebas untuk merancangnya sendiri tidak harus dari 5.5 - 6MHz dan xtalnya 12.200MHz, yang penting perhitungnnya sama dan saya sarankan frek VFO nya tdk melebihi 6MHz.

    Selamat mencoba dan salam terbaik

    Andi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ia sama-sama om Andi....ternyata Radio Tengkorak itu om Andi, salam kenal tentunya buat om dan terima kasih telah merespon pertanyaan saya, atas rekomendasi om Egi noerman sarankan ke Blog RT....ternyata ada solusi buat FT-180A yg lagi saya cari,kebetulan saya baru dapet radio tersebut, cuma Xtal lokal oscnya sudah tidak ada satupun itu ceritanya....begini om, misal pakai HXO seperti di atas,apa jumper R di coil BPF ke 8v pada J08 pin 1 mesti di lakukan, terus untuk 3 band seperti skema di atas,pembagian chanelnya masih pakai sakelar rotary yg ada....

      Hapus
  3. Hallo om Iwan, memang ketika kita mendapatkan FT180A ini jarang yg xtalnya lengkap, hanya ada pada channel yang dipakai saja.

    Kalau modif pakai VFO/HXO tdk memerlukan jumper R di coil bfp ke 8V, biarkan seperti aslinya saja.

    Betul Om..untuk pembagian channel/bandnya masih tetao pakai saklar rotary misal ch1=26M(11Mc), ch2=80M (3.5 - 4Mc), ch3=40M (7Mc). fungsinya saklar rotary disini kan untuk memindahkan coil bpf dan lpf supaya bekerja di frekwensi yang dinginkan. kalu dial frekwensinya dilakukan di varco vfonya

    Salam terbaik,
    Andi

    BalasHapus
  4. Hallo lagi om Andi....betul seperti yang saya dapatkan Xtal pada local osc kosong semua, pcb RCU/ Remote control unit juga tidak ada,tapi begitu saya cek ke yang lainnya masih ok final,driver, If unit masih mulus, begitu di kasih tegangan pun langsung nyala... coba saya sentuh basis Q01,ada perubahan noise yg menandakan masih fungsi juga...saya akan coba rangkaian 3band Oscilator seperti yang ada di Blog ini...Oh ia Om kalau RCU itu sendiri di FT180A tidak ada....apa pengaruhnya,....terima kasih om, dan ma'af kalau saya banyak tanya.....jangan bosan ya om

    BalasHapus
  5. Hallo lagi juga Om iwan hehehe...
    Kalau pcb RCU/Remote control Unit tidak ada, tidak masalah Om...toh kalo ada pun harus ada pasangannya yaitu remote contrilnya sensiri dan kabel penghubungnya yg agak panjang maksudnya utk mengendalikan radio ini dari jarak agak jauh atau berbeda ruangan.

    Memang hampir 95% ketika kita mendapatkan radio ini tanpa pcb RCU apalagi + remotnya.

    PCB RCU nya bisa dilepas saja kalu mengganggu tempat to tidak dipergunakan lagi dan tidak ada pengaruhnya ke operasi radio.

    Lepas saja RCU nya dari radio dg melepas soketnya dan simpan atau buang hehehe....

    Salam terbaik,
    Andi

    BalasHapus
  6. Maaf Om iwan pcb RCU nya kan sudah tidak ada yah....tidak apa2 om...tidak ada pengaruhnya. kalu yg masih adapun bisa dilepas

    BalasHapus
  7. Salam kenal Om Andi
    Untuk BPF diameter kawat email nya berapa mm ?

    Salam
    Agung P
    Jogjakarta

    BalasHapus
  8. Hallo Om Agung,
    Salam kenal kembali dari saya Andi dan terimakasih banyak atas kunjungannya di blog RT.
    Mohon maaf jawabannya agak lambat.
    Untuk ukuran kawat yg dipakai untuk membuat lilitan BPF adalah sekitar 0.12mm atau seukuran kawatnya trafo IF radio.

    Salam terbaik,
    Andi

    BalasHapus
  9. thanks postingannya ... cukup detail dan jelas....

    BalasHapus
  10. Hallo Om Sigit,
    Terimakasih juga atas kunjungan dan komentarnya di blog RT.

    Salam terbaik,
    Andi

    BalasHapus
  11. Salam kenal Om Andi, salut sy lihat postingan blog om Andi. Jadi terkenang kembali kenangan tahun 80-90.
    sy masih menyimpan rakitan CB 27 Mhz dan masih bisa bekerja, tp hanya 1 channel (CH 14) saja dgn 1 X'tal Tx dan 1 Rx. Setelah baca artikel Om Andi, sy jadi tertarik utk mengganti X'tal dgn skema PLL yang diulas. Cuma sy masih belum paham bgm caranya agar frekuensi bagian Rx nya juga bisa berubah saat frekuensi Tx nya berubah. Karena di rakitan sy pakai X'tal dibagian Tx=27.125 Mhz dan dibagian Rx=26.670 Mhz. Mohon pencerahannya...Tks

    BalasHapus
  12. Hallo Om Bambang,
    Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya di blog RT.

    CB AM rakitan om Bambang satu ch dg frek rx 27.670MHz dan frek tx 27.125MHz berarti frek IFnya 455Kc.

    Kalau mau mengganti frek xtal dg sistem pll, maka harus ditambahkan juga bagian tx mixer. Memang sih rangkaiannya jadi tdk sesederhana rangkaian sebelumnya.
    Mohon maaf om Bambang utk jawaban detailnya mungkin akan saya buatkan artikelnya nanti dan saya postingkan di blog ini.

    Salam terbaik,
    Andi

    BalasHapus
  13. Terima kasih Om Andi, sy tunggu artikel lengkapnya yah...

    BalasHapus
  14. Om Andi, saya Baru saja Dapat FT180a, kondisi masih original, rencananya mau saya kasih DDS untuk band 40M, trus, untuk jumpernya apa persis yg ada digambar BPF diatas, trus untuk setting BFOnya gmana Om Andi,

    Trims,
    Bayu

    BalasHapus
  15. Hallo Om Bayu Irawan,

    Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya di blog RT.

    Untuk pemasangan DDS di injeksikan di basis transistor Q1 seperti keterangan pada gambar diatas apabila mau memakai vfo/pll/fll.

    Kalau mau memakai DDS tidak perlu melakukan jumper bpf ke +8V biarkan seperti aslinya saja.
    Untuk bekerja di 40m tinggal dibuatkan sepasang bpf dan dipasang di salah satu channel saja dan pastikan jumper lpf nya untuk bekerja di 40m

    Salam terbaik,
    Andi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Om Andi Gmana Untuk Modif BFO nya?,kalau kita main di Band 40M dan 80M LSB, Freq DDS sebaiknya diatas 10.7 Mc atau dibawah 10.7 Mc

      sebelumya Trims atas jawabanya yg diatas

      Hapus
  16. Hallo lagi Om Bayu Irawan,
    Untuk frek DDS harus di bawah frek IF radio atau dibawah 10.7Mhz apabila Om Bayu masih mempergunakan Xtal Filter yg sama yg sebenarnya xtal filter tsb untuk mode usb saja yg tersedia pd ft180a secara default dari pabriknya.
    Tapi kita masih bisa mempergunakan xtal filter tsb dg cara frek kerjanya harus dibawah 10.7MHz. perhitungannya utk bekerja di 40meter band sbb: misal kita mau bekerja di 40m usb dari 7.000 - 7.100MHz maka frek kerjanya f1 : 10.7 - 7.0 = 3.7MHz dan f2 : 10.7 - 7.1 = 3.6MHz.
    Jadi frek DDS/PLL/FLL/VFO/HXO dll harus dirancang supaya bisa bekerja dari 7.000 - 7.100MHz dengan out frek dari DDS dari 3.6 - 3.7MHz supaya bisa bekerja dari 7.000 - 7.100MHz dengan mode USB.

    Salam terbaik,
    Andi

    BalasHapus
  17. Maaf Om Bayu Irawan RALAT maksud saya keterangan saya diatas untuk mode LSB pada 40meter band.
    Tapi nggak tahu kenapa saya selalu mengetkkan USB terus.
    Dengan demikian kesalahannya sdh saya perbaiki semoga tdk membingungkan keterangan saya sebelumnya/diatas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berati untuk BFOnya ndak pakai diubah/ditrim lagi ya Om? karena BFOnya sudah diatas Freq. IF. apa begitu Om Andi

      Hapus
  18. Berarti untuk BFOnya ndak pakai diubah/ditrim lagi ya Om? karena BFOnya sudah diatas Freq. IF. apa begitu Om Andi? karena Freq Center IF = 10.698.475, sedangkan tadi saya ukur Freq BFO FT180a sebesar 10.700.000 Mhz.

    BalasHapus
  19. Betul Om Bayu frekwensi bfo nya nggak perlu diubah lagi, biarkan seperti aslinya karena frek kerjanya sdh dirancang dibawah 10.7MHz untul bekerja di LSB.

    Dan utk bekerja di USB frek kerjamya harus diatas 10.7MHz.

    Betul om Bayu utk frek xtal filter aktualnya 10.6985MHz.

    Happy homebrewing

    BalasHapus
  20. ok pak trims. atas infonya, kalau ada kesulitan saya tak konsul lagi. matus suwun

    BalasHapus
  21. omm ini syah dri cirebon


    tulung dong bikinin blog buat 27mhjet radio cb tapi tidak menggunakan keristal nya pake osilator clip nya mkasi kirim z imal fb syah di muhamd.rusli86@yahoo.com

    BalasHapus
  22. Hallo Kang Rusli,

    Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya di blog RT,

    Baik kang...mudah2an permintaan kang Rusli bisa saya penuhi di kesempatan yang akan datang.

    Salam terbaik,
    Andi

    BalasHapus
  23. Pak Andi, saya udah berhasil modif ke band 80M (CH-1) dan 40M (CH-2), trus rencana saya akan saya tambahi untuk 11,4Mhz(CH-3) dan 20M(CH-4), trus yang saya tanyakan untuk Jumper LPFnya gmana Pak Andi, Kan di Jumper LPF titik terahkir tertulis(1,1 - 18Mhz), apa Titik CH3 dan CH4 langsung aja dijumper ke LPF titik, terahkir?

    BalasHapus
  24. Ohw iya pak Andi,untuk inject dari DDS itu yg benar diinjeck kan ke J05 di Rf unit atau basis Q1 dari Xtal unit, lebih baik dari mana Pak?

    BalasHapus
  25. Hallo Om Bayu Irawan,

    Terima kasih banyak infonya mengenai proyek modifikasi Yaesu FT180A ke beberapa band dg hasil yg baik dan saya ucapkan selamat untuk anda.

    Betul om Bayu, untuk band 11.4MHz dan 20meter dijumper bersamaan ke titik LPF yg terakhir atau pd mod anda ch3 dan ch4 dijumper ke titik lpf terakhir (1.1 - 18MHz ).

    Untuk DDS sebaiknya di injek di basis Q1 seperti pd keterangan gambar.

    Salam terbaik,
    Andi

    BalasHapus
  26. Pak andi, ft 180a saya di RF unitnya komponen D10 (atasnya trafo CH 4) kok terisi diode semacam 1n4148. Padahal di gambarnya pak andi komponen itu kosong.
    sekarang FT180 sy hny bisa rx aja. Buat transmit ga bs. sy curiga dg ALC nya. Teg ALC normalnya brp pak pd saat TX?
    Terima kasih

    BalasHapus
  27. sdh saya ukur teg ALC ada 2 volt. apakah itu normal?
    satu lagi pertanyaan pak, 4 relay kecil di regulator pada saat PTT sy tekan, hnya ada 2 relay yg kelihatan bergerak yaitu 2 bh yg kiri (tampak depan). yg 2 kanan kayaknya ga ada gerakan..
    maaf banyak tanya.. msh belajar pak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo Om...(Anonim),

      Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya di blog RT ya...

      Banyak faktor yang meyebabkan radio tdk bisa transmit om...

      Tapi kayaknya bukan masalah di ALC nya saja, coba di check Unit LPF nya, apakah relay2nya bekerja sesuai band yang dipergunakan dan juga dicheck lagi jumper tx/rxnya, tentunya transistor pre driver, driver dan final power linear sdh diperiksa kan...? dan biasanya ada kapasitor/tantalum yg nilainya 10uF di bagian power linear sering ngepong ganti saja dg elco 10uF biasa, elco ini utk regulator trg bias transistor driver dan final dan banyak lagi faktor lainnya om...

      Mudah2an problemnya cepat teratasi dan tetap bersabar menelusurinya om...hehehe...

      Salam terbaik,
      Andi

      Hapus
    2. om andi, untuk D10 gmana? di RF unit saya ada, di skema ada, di fotonya om Andi kok ga ada ya? apa bisa langsung dijumper ...

      Hapus
  28. Hallo Om...(Anonim),

    Dari beberapa radio FT180A, saya belum pernah menemukan D10 terisi dioda pada pcb nya, mesti selalu kosong dan tidak ada jumperan apapun untuk menggantikannya.
    Coba nanti akan saya pelajari lagi lebih lanjut

    Salam terbaik,
    Andi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ni FT180 saya sdh berhasil tx rx di 80m di channel 1 om. D10 tetep terpasang. Makasih advicenya om andi

      Hapus
    2. Terimakasih banyak info/sharingnya om...dan selamat atas keberhasilannya,
      Kalau orang amatir bilang PF deh,,buat anda hehehe...

      Salam terbaik,
      Andi

      Hapus
  29. Selamat pagi mas . saya mau tanya .kalau saya pesen 11 MC dan 80 Meter harga berapa . Hub.HP.0857 4272 3975

    BalasHapus
  30. Ralat maksutnya .FT 180 A yang dual ben 11 MC dan 80 Meter

    BalasHapus
  31. Hallo Pak Sumanto,

    Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya di blog RT ini,

    Mohon maaf pak, saya nggak punya stok radio Yaesu FT180A yang dimaksud.

    Salam terbaik,
    Andi

    BalasHapus
  32. Om andi.. saya punya yaesu ft 180 A yg sdh dimodif dg dds system, karena rxnya kurang sensitif, saya sempat putar sedikit koker bpf-nya..apa bisa menyebabkan rf liar ( nyeplet ke activ speaker ) ? Terima kasih

    BalasHapus
  33. Hallo mas...(Anonim),

    Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya di blog RT ini.

    Untuk problem nyeplet ke active speaker itu banyak faktornya mas...
    Jadi belum tentu juga disebabkan oleh pengaruh penyetelan kembali bpf nya, tapi bisa juga jawabannya ya...karena bpf itu juga berpengaruh untuk rx/tx, atau coil bpf ini dipakai pada waktu rx dan juga tx.

    Tapi kemungkinan yang besar sih mungkin dari pengaruh antenna dan juga bisa saja active speaker nya itu sendiri yang kurang bagus sistem filternya sehingga mudah kemasukan rf.

    mohon maaf ya...mas...mungkin jawaban dari saya kurang memuaskan, karena memang saya juga bingung menjawabnya dikarenakan banyak faktornya dan hanya kemungkinan kecil saja kalau pengaruhnya disebabkan oleh coil bpfnya yang sempat diputar.

    Salam terbaik,
    Andi

    BalasHapus

91DA002 Andi Web Blog

Propagasi hari ini