SELAMAT DATANG DI BLOG RADIO TENGKORAK DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA DAN MOHON MAAF APABILA KOMENTAR2 ANDA PADA BLOG INI BELUM DIBALAS KARENA KESIBUKAN RUTINITAS, TAPI AKAN SAYA BALAS SATU PERSATU, MOHON SABAR YA...SALAM TERBAIK
Tampilkan postingan dengan label Homebrew Project. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Homebrew Project. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juni 2015

SPEECH PROCESSOR

Hallo rekan2 setia pengunjung blog RT apa kabar nih...?
Semoga slalu dalam keadaan baik ya...dan sukses slalu.

Untuk artikel kali ini saya akan kembali mereview tentang Speech Processor yang pernah dimuat beberapa waktu lalu pada blog ini juga.

Artikel yang lalu tentang Mic Compressor/Speech Processor
pada link berikut :
http://radiotengkorak.blogspot.com/2012/08/mic-compressor-speech-processor-dengan.html

Mengingat banyaknya antusias rekan2 yang ingin mencoba merakitnya sendiri, maka pada kesempatan ini saya tayangkan lagi skematiknya serta modifikasinya.



Gambar diatas merupakan contoh Speech Processor yang sudah jadi untuk keperluan/dipakai sendiri, memanfaatkan box bekas unit lain...atau bisa juga menggunakan box Echo Chamber yang banyak tersedia dipasaran, kalau anda malas membuat box khusus untuk Speech Processor ini.

Terlihat ada 5 buah knob untuk Volume, Bass, Treble, Out, juga saklar toggle 2 posisi untuk Compressor ON dan Compressor OFF.

Pada skematik awalnya potensiometer Out belum ditambahkan, dan sudah ditambahkan pada skematik modifikasinya ( bisa dilihat pada gambar berikutnya dibawah ).






Skematik Speech Processor


Skematik Speech Processor ( modifikasi )

Skematik Speech Processor diatas sudah dimodifikasi ditambahkan Potensiometer Out dan Saklar Compressor ON dan Compressor OFF, yang dikendalikan oleh 2 buah dioda tipe 1N4148 yang diberi tegangan positif arah maju bergantian sesuai posisi melalui saklar toggle 2 arah, posisi Comp. ON atau posisi Comp. OFF.

Salah satu dioda yang mendapatkan tegangan posisitif arah maju tadi akan melewatkan signal audio yang berasal dari Preamp Mic saja atau akan melewatkan signal audio yang melalui rangkaian compressor dengan ic uPC1158  tergantung posisi saklar toggle di posisi Comp. ON atau Comp. OFF.




Pada gambar diatas terlihat modifikasi/penambahan 2 buah  dioda 1N4148, 4 buah resistor dan 2 bh capasitor untuk posisi comp. ON dan Comp. OFF melalui saklar toggle 2 posisi, dipasang dibalik pcb, karena pcbnya sudah kadung dibuat sebelum ada modifikasi.

Hasil yang lebih baik ternyata dengan mengganti mic condenser dengan mic dynamic.
Menggunakan mic dynamic ternyata hasilnya lebih mantap, dengan noise yang lebih rendah dan bisa  lebih meredam suara2 background yang masuk, sehingga suara angin ciri khas dari Speech Processor yang mengiringi audio kita lebih lembut.

Untuk Limiter bisa tetap mengguakan Trimmer Potensio ( Trimpot ), dan untuk Volume, Bass, Treble dan Out menggunakan potensiometer.


PCB Update
Gambar2 berikut dibawah ini Speech Processor sudah menggunakan pcb yang sudah diupdate atau sudah ditambahkan saklar untuk Compressor ON/OFF sesuai dengan skema diatas Speech Processor ( modifikasi ).
Untuk keleluasaan dalam pengaturan LIMITER maka sengaja potensiometer LIMITER ditampilkan juga pada cover depan.

LIMITER berfungsi untuk membatasi output audio disaat Compressor ON, atau audio yang keluar bisa kita atur seberapa besar yang kita butuhkan untuk suatu transceiver supaya hasil audio modulasinya tidak cacat/over modulation saat kita berbicara terlalu keras/berteriak.

Sedangkan Compressornya sendiri berfungsi untuk menekan audio yang  lemah yang datang dari microphone saat kita berbicara menjauh dari microphone, supaya level output audio speech processor ini konstan.

Jadi kesimpulannya fungsi Compressor dan Limiter ini adalah sbb :
Speech Processor atau Compressornya sendiri berfungsi untuk menekan atau menguatkan audio yang     pelan/lemah yang datang dari microphone supaya level output audio tetap keras/kencang.

Sedangkan Limiternya berfungsi untuk membatasi level output audio supaya tidak cacat atau over modulasi setelah Speech Processor ini dipasang pada radio/transceiver.











Happy homebrewing and good luck

Jumat, 30 Januari 2015

MATCHING DEVICE ¼ LAMBDA , PANJANGNYA TIDAK SELALU HARUS ¼ LAMBDA.



Sumber artikel ini saya ambil dari postingannya Om Djoko Haryono di Facebook Group HOME BREW PROJECT ( CB RADIO, ANTENNA, SWR, AUDIO, MICROPHONE, BOOSTER, etc )



MATCHING DEVICE ¼ LAMBDA , PANJANGNYA TIDAK SELALU HARUS ¼ LAMBDA.
By : Djoko Haryono

“Peralatan matching ¼ lambda” ( quarter wave matching device ) dengan bermacam versi bentuknya , apakah yang dibuat dari sepotong kabel coax ¼ lambda , atau dari bahan pipa kaku sebagai outer/selongsongnya , atau berupa power divider pipa segi 4 , adalah impedance transformer atau peralatan matching yang sangat populer karena sederhana dan mudah dibuat.

Peralatan matching ¼ lambda pertama kali diperkenalkan oleh seorang ham / amatir radio FRANK REGIER ( Callsign OD5CG ) dalam publikasi pertamanya di tahun 1970 dalam buku ARRL Antenna.

Meski kebanyakan ( atau “hampir semua” ) matching transformer ( yang impedansinya bisa juga dihitung agar berfungsi sebagai divider / combiner ) dibuat dengan ukuran panjang ¼ lambda , tetapi TAHUKAH ANDA BAHWA PERALATAN MATCHING ¼ LAMBDA ITU PANJANGNYA TIDAK HARUS ¼ LAMBDA ?

Penjelasannya begini :

01
Peralatan tsb. sebagian besar / kebanyakan dibuat dengan panjang ( dalam sistem pecahan ) ¼ lambda alias ( dalam sistem decimal ) 0.25 lambda , atau bisa juga kita sebut ( dalam sudut siklus gelombang radio ) panjangnya 90 derajat.

Ukuran panjang ¼ lambda itu sebetulnya hanyalah ukuran paling praktis atau ukuran “rata-rata”dimana pada jarak atau panjang tersebut akan muncul dan terjadi efek transformasi impedansi pada kabel saluran transmisi.

Dengan kata lain , kalau kita membuat / memotong panjang coaxnya ( atau pipa jika transformernya dibuat dari pipa ) LANGSUNG TEPAT ¼ LAMBDA , maka umumnya alat tsb. juga ( sudah / akan ) LANGSUNG BISA BEKERJA DENGAN CUKUP BAIK. Kalaupun ada kekurang cocokan , misalnya impedansi yang dihasilkan belum benar2 menghasilkan perfect match , ataupun misalnya panjang alat tsb. –supaya menghasilkan matching sempurna 100% - ternyata seharusnya tidak tepat ¼ lambda , ternyata ( kalau memang terjadi / ada ) kemelesetan itu umumnya masih bisa ditoleransi dan hasil dari pemasangan matching device ¼ lamda itu seringkali sudah bisa kita anggap sebagai SUDAH MATCH atau SUDAH CUKUP MATCH.

02
Namun tidak semua ham selalu membuat matching device yang panjangnya tepat ¼ lambda ketika ia merasa perlu membuat device ¼ lambda.

Sebagian ham ( yang sudah semakin mendalami pengetahuan tentang antenna & saluran transmisi , dan umumnya adalah para ham senior yang cermat banyak mempelajari masalah gelombang dengan lebih detil ) terkadang SENGAJA MEMBUAT MATCHING DEVICE 1/4 LAMBDA ( = 0.25 LAMBDA ) YANG PANJANGNYA TIDAK 0.25 LAMBDA , tetapi mungkin sengaja dibuat 0.27 lambda , atau 0.29 lambda , 0.32 lambda , 0.22 lambda , 0.21 lambda dsb.

Pada kasus2 tertentu , angka2 ukuran panjang yang BUKAN ¼ LAMBDA itu , setelah didahului dengan perhitungan2 yang lebih cermat , justru mereka temukan SEBAGAI UKURAN PANJANG YANG LEBIH TEPAT ( DIBANDINGKAN DENGAN ¼ LAMBDA ) YANG MENGHASILKAN IMPEDANSI YANG LEBIH “PERSIS”/MATCH DARIPADA JIKA MENGGUNAKAN ¼ LAMBDA.

03
Mengapa ukuran panjang yang “tidak persis” ¼ lambda itu seringkali / terkadang lebih baik dibanding dengan kalau ¼ lambda ? HAL ITU KARENA PANJANG TERTENTU PADA COAXIAL ( ATAU JARAK TERTENTU DALAM “LAMBDA” MAUPUN DALAM SUDUT ) MEMILIKI PENGARUH DAN ADA HUBUNGANNYA DENGAN TRANSFORMASI IMPEDANSI.

Sehingga , jika ketika kita sedang mendesign matching transformer ternyata impedansi yang “dihasilkan” sedikit meleset dan tidak tepat memenuhi besaran impedansi yang kita harapkan , SEBENARNYA SOLUSINYA SEDERHANA SAJA , YAITU YANG KITA BUTUHKAN HANYALAH SEKEDAR “MENGGESER” ALIAS MERUBAH PANJANG COAX ATAU MATCHING DEVISE , KEARAH UKURAN PANJANG “DIMANA IMPEDANSI YANG KITA INGINKAN ITU BERADA”.

Tentu saja perubahan panjang coax / device itu bisa menjadi “lebih panjang” dari ¼ lambda , ataupun menjadi “kurang / lebih pendek” dari ¼ lambda , SEMUANYA TERGANTUNG APAKAH POSISI PERTAMA KITA TADI KURANG INDUKTIF ATAUKAH KURANG KAPASITIF.

Kalau arah kita “menggeser” tsb. keliru , tentu saja hasilnya akan makin buruk ( makin menjauh dari perfect match ) , tapi kalau arahnya benar , kita akan mendapatkan kondisi matching yg lebih baik daripada ¼ lambda.

Para ham yang menggeluti komunikasi radio pantulan (permukaan ) bulan ( Moonbounce / Earth Moon Earth / EME communication ) maupun para teknisi radio yang sering mempraktekkan Conjugate Matching , sering membuat matching device yang PANJANGNYA TIDAK PERSIS ¼ LAMBDA.

Kita bisa merancang ( = menghitung ) matching device semacam itu dengan bantuan ( menggunakan ) Smith Chart.

Atau mempelajari pengetahuan basicnya dari berbagai referensi.

Karena saya bukan seorang ham senior , maka kalau ingin mengetahui dasar2 pengetahuannya , silahkan mempelajarinya sendiri dari salah satu referensi yang saya pilihkan dibawah ini , yaitu apa yang ditulis oleh seorang ham yang sudah sangat dikenal didunia , W4RNL ( L.B. Cebik ) berikut ini.

Djoko Haryono / 19 Januari 2015

WHEN QUARTER WAVE IS NOT QUARTER WAVE

http://www.antennex.com/preview/New/quarter.htm

Selasa, 15 Oktober 2013

MENGGANTI X'TAL FILTER BITX DENGAN MECHANICAL FILTER



Hallo rekan2 pengunjung setia blog RT, smoga anda masih tetap mencintai hobinya masing2.

Pada akhirnya Alhamdulillah saya bisa memenuhi permintaan rekan2 setia pengunjung blog RT ini yang meminta atau menyarankan agar mempostingkan juga tentang transceiver BITX yang sangat populer dikalangan para amatir radio ataupun sebagian cber.

Kayaknya transceiver BITX karyanya Om Ashar Farhan dari India ini semakin lama semakin digemari saja disamping ada juga yang sejenisnya seperti transceiver Ararinha dan Bingo juga lainnya yang juga cukup dikenal selain BITX belakangan ini.

Kali ini saya ingin sharing info dengan anda mengenai modifikasi bitx ini dengan mengganti 4 buah ladder filter dengan mechanical filter yang kita dapat
kan dari bodolan radio cb ataupun radio hf lain, yang pada prinsipnya semua mechanical filter bisa digunakan, asalkan ada kesesuaian degan band pass filternya.

Modifikasi ini sebenarnya sudah dilakukan sejak lama oleh senior kita, para mastah bitx seperti Pak Yoke YB3LVX dan yang lainnya.
Sayapun dapat bimbingan dari beliau mengenai modifikasi bitx ini dan ternyata hasilnya memang sangat luar biasa, baik pada rx maupun tx.

Khusus untuk transceiver bitx saya, yang bekerja di 11.4xxMHz, saya melakukan sedikit modifikasi pada ladder filter yang terdiri dari 4 buah xtal 8 MHz dan menggantinya dengan jenis mechanical filter yang didapat dari bodolannya radio cb termasuk juga mengganti xtal bfonya yang 8 MHz dengan xtal pasangannya mechanical filter tersebut.
Contoh pada bitx saya, pakai mechanical filter dengan frekwensi 10.695MHz dan xtal untuk bfonya 10.6975MHz. Jadi bandwidth yang didapat yaitu 2.5Kc yang cukup lebar untuk sekelas transceiver bitx ini. Dan ternyata benar juga hasil yang didapat sangat memuaskan untuk kwalitas audio pada rx maupun tx.


Mechanical Filter 10.695MHz dan X'tal BFO nya 10.6975MHz





Xciter BITX yang sudah diganti filter dan xtal bfo nya 
Pada foto diatas terlihat pcb xciter bitx yang sudah diganti ladder filternya dengan mechanical filter dan juga bagian vfo sudah dicopot komponenya karena tidak diperlukan lagi kalau pakai dds.
Terlihat juga pada foto tsb untuk bagian preamp mic sudah dicopot juga komponennya karena saya pakai preamp mic lain dari luar untuk memperoleh hasil audio modulasi yang significant. Jadi pada input audio T2 Ballance modulator dijumper langsung ke pin soket mic melalui kapasitor 1uF aslinya atau lebih baik melalui potensiometer untuk mic gain dulu baru dijumper ke pin soket mic. Dan pre amp micnya bisa menggunakan preamp mic lain dari luar.

Pada bitx saya, menggunakan Preamp Mic RT andalan saya seperti skema berikut dibawah ini.

Ini adalah skematik Preamp Mic andalan saya





Transceiver BITX dengan menggunakan Ladder Filter 4x X'tal 8MHz dan juga X'tal BFO nya 8MHz, sebelum diganti dengan Mechanical Filter

Untuk informasi tambahan mengenai bitx saya bekerja di 11.4xxMHz dengan daya pancar 60 - 80 Watts, menggunakan Power RF Linear Mosfet 2x IRFP250 Pushpull pada final, dan bagian driver pakai mosfet juga IRF520 dan pre drivernya pakai transistor C1383.

Dan audio modulasi sangat memuaskan terlebih lagi sangat terasa bedanya setelah mengganti filternya dengan bandwith 2.5Kc jadi transceiver bitx serasa pakai transceiver Yaesu hehehe...demikian menurut rekan dari Malang Om Tarjo sewaktu kami berkomunikasi di 11.430MHz kemarin tgl. 14 Oktober 2013, dg signal bitx saya direport Om Tarjo Malang bisa mencapai 5/9+20dB dengan antena saya yang mash minim pakai inverted V dengan ketinggian 3 meter saja dari ground.

Dengan demikian saya berpendapat bahwa anggapan yang kurang tepat kalau selama ini banyak yang berasumsi bahwa pakai power linear mosfet audionya tidak akan bagus, tetapi saya sudah mencobanya beberapa kali baik untuk booster maupun power linear bitx dengan menggunakan mosfet, hasilnya tetap ok.

Jadi rekan2 tetap semangat dengan berkreasi menggunakan mosfet ini, jangan khawatir dg audio yang katanya bisa cacat.

Untuk bahan referensi rekan2 saya jelaskan disini untuk tegangan bias mosfet final (IRFP250), adalah 4.2 volts pada kaki gate nya dan untuk tegangan bias mosfet driver (IRF520), adalah 3.4 Volts pada kaki gatenya dan tegangan bias pada kaki basis transistor pre driver (C1383), adalah 1.4 Vollts.


Happy Homebrewing and good luck

Sabtu, 28 September 2013

LINEAR POWER AMPLIFIER FOR BITX

Hallo rekan2 pengunjung setia blog RT apa kabar ?
Kami berharap kabar baik slalu menyertai anda semua dan smoga rekan2 semua masih mencintai hobinya masing2.

Kali ini saya postingkan skematik Linear Power Amplifier untuk BITX.
Pada skematik Linear Power Amplifier For BITX Versi 1, transistor driver menggunakan transistor jenis bipolar tipe 2SC2166 dan pada skematik Linear Power Amplifier For BITX Versi 2, transistor driver menggunakan transistor jenis n-mosfet IRF510/IRF520, sedangkan untuk transistor finalnya sama yaitu menggunakan transistor jenis n-mosfet IRFP150/IRFP250.

Sebelum bagian driver sudah ditambahkan juga transistor pre driver tipe BD139 atau bisa juga tipe lain seperti 2SC1162, supaya out tx dari exciter bitx bisa langsung dihubungkan pada input dari Linear Power Amplifier ini.









BITX dengan VFO dan Linear Power Amp spt skematik diatas


BITX dengan DDS dan Linear Power Amp spt skematik diatas





Selamat mencoba dan sukses slalu untuk anda

Sabtu, 29 September 2012

ANTENA TUNER 27 MHz




Skematik Antena Tuner di atas dirancang untuk bekerja pada 27MHz/11 Meters Band dengan memanfaatkan komponen bekas radio MW jadul untuk Varco C1 dan C2 yang terbuat dari logam/besi.

Dengan bantuan Antenna Tuner ini, bahkan antena yang biasa anda gunakan untuk bekerja di 11.4..MHz bisa dipakai juga di 27MHz.

Happy homebrewing and wish you good luck

Jumat, 28 September 2012

OSCILATOR 3 BAND 26, 40, 80 METERS UNTUK YAESU FT180A DLL



Skematik diatas adalah suatu rangkaian HFO (Heterodyn Frequency Oscilator) atau suatu rangkaian oscilator yang dibangkitkan oleh perpaduan X'tal Oscilator dengan VFO ataupun dengan PLL dll.

Rangkaian ini saya rancang untuk bekerja pada 3 bands 26, 40, 80 meters band atau 11.000Mhz - 11.500MHz, 7.000MHz - 7.500MHz, 3.50MHz - 4.00MHz dengan frekwensi IF pada radio 10.7MHz.
Tepat sekali kalau digunakan untuk memodifikasi radio Yaesu FT180A dan radio2 lainnya.

Untuk unit VFO nya harus bekerja pada frekwensi 5.5 - 6.0MHz. Bisa digunakan VFO external untuk radio Kenwood TS120S ataupun TS130S dan VFO lainnya yang mempunyai range frekwensi sama, atau bisa juga menggunakan VFO rakitan sendiri.

Performa yang paling baik apabila digunakan rangkaian PLL yang bekerja pada frekwensi 5.5 - 6.0MHz sebagai pengganti VFO.

Happy homebrewing and wish you good luck

Minggu, 23 September 2012

DOWN CONVERTER 27 Mc To 11 Mc



Skematik Down Converter seperti diatas berfungsi untuk menurunkan frekwensi dari Radio CB 27 Mc/11 Meters Band menjadi 11.41...Mc/26 Meters Band.

Skematik ini pernah diposting sebelumnya di blog ini, namun sesuai permintaan beberapa pengunjung setia blog, agar dilengkapi dengan bagian TX-RF Power Amp atau bagian Driver dan Final TX nya.
Maka pada posting kali ini saya muat ulang skematiknya yg sudah dilengkapi dengan bagian TX-RF Power Amp-Driver dan Final, dengan menggunakan transistor type C2166 untuk bagian TX Driver dan C1969 untuk bagian TX Final dengan daya output tx maximal sekitar 17 watts dengan menggunakan C1969 yang berkwalitas baik/asli.

Untuk mendapatkan output tx yang lebih besar lagi, bisa menggunakan rangkaian pushpull 2xC1969 pada TX Finalnya, maka kita akan mendapatkan output tx power sekitar 30 Watts.

Atau silahkan anda kreasikan sendiri, untuk memperoleh output power yang lebih besar lagi dengan mengganti bagian TX-RF Power Amp nya. dengan type transistor yang berdaya lebih besar seperti C2290, MRF454 atau dengan jenis transistor mosfet seperti IRFP250 dengan rangkaian pushpull.

Atau apabila anda merakitnya seperti skematik diatas, untuk mendapatkan output tx yang lebih besar tinggal anda umpankan saja pada sebuah Penguat Daya RF/HF Booster.

Selanjutnya anda yang lebih mengetahuinya.

Happy homebrewing and wish you good luck

Sabtu, 18 Agustus 2012

PLL UNTUK 11 MHz DENGAN TC9122



Untuk proyek homebrew kali ini saya buat rangkaian PLL untuk 11Mc, maksudnya untuk di frekwensi 11.415Mc dan sekitarnya ( red ).

Seperti terlihat pada gambar diatas, saya merakit PLL ini menjadi dua bagian. Bagian yang sebelah kiri pada gambar adalah VCO dan X'tal Oscilator untuk prescalernya.
Kemudian bagian yang sebelah kanan pada gambar adalah PLL nya sendiri, dengan tujuan kenapa saya pisah menjadi dua bagian perakitannya adalah agar mudah saya pindah untuk keperluan di frekwensi lain, jadi saya tinggal membuat bagian VCO nya saja kalau perlu untuk frekwensi lain seperti untuk bekerja di VHF/FM dll.

Karena terburu-buru ingin segera rampung proyek ini, jadi saya rakit seadanya diatas pcb lubang saja, biar cepat selesai maksudnya hehehe...tapi hasilnya sangat memuaskan.

Untuk skematik PLL dengan TC9122 seperti dibawah ini.




Mungkin skematik diatas kurang begitu jelas, coba dengan skematik di bawah ini dari Pak Yoke YC3LVX




Dengan sedikit modifikasi atau dengan cara mengganti frekwensi vco dan xtal pada prescalernya, pll ini bisa saya kerjakan untuk di 11Mc.

Untuk bisa bekerja di 11Mc dengan frekwensi IF 10.7Mc seperti pada radio Yaesu FT180A, maka frekwensi VCO nya harus bekerja pada 21.700Mc - 22.699Mc

Seperti yang kita ketahui bahwa untuk tipe IC PLL TC9122, hanya bisa membagi frekwensi dari 0 sampai 3999Mc saja. Maka kita perlukan tambahan rangkaian prescaler atau down converter untuk menurunkan frekwensi VCO sebelum dimasukkan ke IC pembagi TC9122.

Kebetulan pada rangkaian ini  menggunakan IC TA7310 untuk vco yang sekaligus berfungsi sebagai mixer untuk prescalernya.
Jadi untuk frekwensi out dari prescaler yang dibangkitkan oleh sebuah oscilator xtal dengan transistor C1815 tinggal dimasukkan pada IC TA7310 pin no. 4.

Frekwensi out mixer pada IC TA7310 yang sudah diturunkan dengan rumus Frekwensi VCO - Frekwensi X'tal Oscilator keluar dari pin no. 9 dan selanjutnya dimasukkan ke IC PLL TC9122 pin no. 2 untuk selanjutnya akan dibagi frekwensinya.

Untuk bisa bekerja di 11Mc dengan rangkaian PLL ini, maka kita harus desain frekwensi VCO nya biar bisa bekerja pada 21.700Mc - 22.699Mc. Kemudian frekwensi xtal oscilator untuk prescaler harus dipilih pada 20.700Mc biar  penunjukan angka pada thumbweel langsung bisa dibaca sesuai dengan frekwensi kerjanya.
Frekwensi VCO dari 21.700 - 22.699Mc dicampur dengan frekwensi X'tal Oscilator 20.700Mc, maka hasil selisih frekwensinya 1 - 2Mc.

Out selisih frekwensi 1 - 2Mc keluar dari pin no. 9 yang kemudian dimasukkan ke pin no. 2 dari IC TC9122 untuk selanjutnya dibagi frekwensinya dengan faktor pembagi sesuai dengan program yang kita masukkan.

Pemrograman TC9122 dilakukan Binary Coded Decimal (BCD) ialah bilangan decimal yang setiap angkanya diwakili oleh 4 digit binary.
Pemasukan angka satuan dilakukan dengan manual sedangkan angka ribuan (Mc) dimasukkan secara tetap ialah dengan menghubungkan langsung pin no.15 dengan + 5Volts.
Saya menggunakan thumbweel 3 digit untuk pemasukan programnya dengan jangkah frekwensi 1Kc didapat dari pin no. 12 dari IC CD4017 sesuai dengan skematik diatas.

Contoh : Jadi kalau saya putar angka pada thumbweel 415 maka ini langsung terbaca frekwensi kerjanya di 11.415Mc dst.

Untuk teori secara mendetail tentang pll ini tidak saya kupas lengkap disini, karena sudah banyak dimuat  pada beberapa blog atau website lainnya. Disini saya hanya menjelaskan secara singkat saja yang ada kaitannya dengan proyek homebrew saya mengenai PLL untuk 11Mc dengan menggunakan IC PLL TC9122.

Happy homebrewing and wish you good luck.

Jumat, 17 Agustus 2012

MIC COMPRESSOR / SPEECH PROCESSOR DENGAN TONE CONTROL







Atikel yang terkait :

http://radiotengkorak.blogspot.com/2012/08/mic-compressor-speech-processor.html


Untuk Mic Compressor/Speech Processor seperti skematik diatas kali ini saya menyontek dari Speech Processornya Radio Kenwood TS130S, dengan rangkaian Pre Amp Mic saya contek juga dari Desk Microphone Kenwood MC80, setelah ada sedikit modifikasi biar klop saja, juga pada audio output saya lengkapi juga dengan rangkaian Tone Control rekomendasi dari Bung Hendra Oshborn.

Pada posting sebelumnya saya telah menampilkan skematik Speech Processor yang saya contek dari Radio Kenwood TS430S. Dan ternyata tidak jauh berbeda antara kedua rangakaian speech processor tersebut.

Setelah dilengkapi tone control, kita semakin leluasa untuk mengatur nada bass ataupun nada treble sesuai selera kita. Bahkan speech processor ini bisa dihubungkan outputnya dengan unit active tone control yang terpisah diluar seperti pada gambar berikut.



Homebrew Tone Control tampak depan


Homebrew Tone Control tampak belakang


Atau bisa kita hubungkan juga output dari speech processor ini dengan unit equalizer secara terpisah seperti gambar berikut.



Homebrew  Equalizer 5 Bands yang menggunakan box power supply
tampak depan, untuk pengaturan nada/potensiometer geser ada di samping box


Homebrew Equalizer 5 Bands tampak atas



Homebrew Equalizer 5 Bands tampak samping


Homebrew Equalizer 5 Bands dilengkapi dengan rangkaian I-Box ( homebrew )


Gambar2 dibawah ini adalah homebrew proyek audio saya dari mulai Speech Processor, Tone Control, Equalizer 5 Bands, Desk Microphone yang dilengkapi Tone Control.


Homebrew Speech Processor ( atas ) dan Tone Control ( bawah )
ex Desk Microphone Philips yang dimodif  isinya pakai Pre Amp Mic
rangkaian contekan dari Kenwood MC80 dan ditambah mini Tone
Control untuk pengaturan nada Bass, Midle dan Treble


Homebrew Speech Processor dan Tone Control
tampak depan


Speech Processor dan Tone Control tampak belakang


Homebrew Desk Microphone ex Desk Microphone Philips 
yang diisi rangkaian contekan dari Kenwood MC80 dan
dilengkapi dengan mini Tone Control 3 Bands untuk
pengaturan nada Bass, Midle, Treble 



Homebrew Desk Mic, Equalizer 5 Bands, Speech Processor, Tone Control


Proyek homebrew akhir pekan berikut gambar dibawah ini adalah Tone Control 3 Bands untuk nada Bass, Midle, Treble dengan menggunakan IC LM324N dari produknya BELL.













Happy homebrewing and wish you good luck with your new project

Propagasi hari ini